kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Ekonom: BI tahun depan kerek suku bunga dua kali


Jumat, 21 Juli 2017 / 18:38 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Markus Sumartomdjon

JAKARTA. Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra memperkirakan, sepanjang tahun ini Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.

Aldian mengatakan, tekanan inflasi saat ini cukup terkendali lantaran inflasi tertinggi sudah terlewati. Alhasil, inflasi ke depan bisa lebih moderat.

Meski demikian BI tetap melihat risiko yang datang dari lingkungan eksternal. Utamanya, soal rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan pengurangan neraca The Fed.

"Saya rasa BI akan memperhatikan hal itu. Saya rasa flat dulu tahun ini," kata Aldian kepada KONTAN, Jumat (21/7).

Lebih lanjut, menurutnya, BI juga akan menunggu kepastian dari The Fed dan respon dari pelaku pasar. Sebab, masih ada perkiraan suku bunga acuan The Fed naik dua kali lagi di tahun depan.

Tak hanya itu, tahun depan BI juga masih akan memperhatikan perkembangan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan mempengaruhi inflasi.

Ia memperkirakan, BI baru akan mengerek suku bunga tahun depan. "Dua kali di tahun depan, masing-masing 25 basis points (bps)," timpalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×