CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.640   13,00   0,07%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ekonom: BI tahun depan kerek suku bunga dua kali


Jumat, 21 Juli 2017 / 18:38 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Ekonom Standard Chartered Bank Aldian Taloputra memperkirakan, sepanjang tahun ini Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%.

Aldian mengatakan, tekanan inflasi saat ini cukup terkendali lantaran inflasi tertinggi sudah terlewati. Alhasil, inflasi ke depan bisa lebih moderat.

Meski demikian BI tetap melihat risiko yang datang dari lingkungan eksternal. Utamanya, soal rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dan pengurangan neraca The Fed.

"Saya rasa BI akan memperhatikan hal itu. Saya rasa flat dulu tahun ini," kata Aldian kepada KONTAN, Jumat (21/7).

Lebih lanjut, menurutnya, BI juga akan menunggu kepastian dari The Fed dan respon dari pelaku pasar. Sebab, masih ada perkiraan suku bunga acuan The Fed naik dua kali lagi di tahun depan.

Tak hanya itu, tahun depan BI juga masih akan memperhatikan perkembangan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang akan mempengaruhi inflasi.

Ia memperkirakan, BI baru akan mengerek suku bunga tahun depan. "Dua kali di tahun depan, masing-masing 25 basis points (bps)," timpalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×