kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.027   27,00   0,16%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Ekonom: BI bisa memperluas perjanjian BSA


Jumat, 19 Juni 2015 / 16:50 WIB


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual berpendapat, BI bisa memperluas perjanjian Bilateral Swap Arrangement (BSA) dengan negara lain seperti Amerika Serikat dan Timur Tengah. Pasalnya, negara-negara tersebut mempunyai  cadangan devisa yang besar sehingga sangat potensial untuk melakukan kerja sama fasilitas penukaran uang. 

Menurut David, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif perlu dimanfaatkan untuk menjaring BSA lebih luas lagi. Selain itu, pemerintah juga perlu berperan aktif untuk mengantisipasi tekanan terhadap rupiah .

Arus modal keluar sulit dicegah, sementara capital control  pun  sulit dilakukan. Maka dari itu, pemerintah harus mengimbangi potensi tekanan tersebut dengan investasi langsung alias foreign direct investment (FDI).

"Jadi kalau FDI masuk, neraca pembayaran kita masih aman," papar David ketika dihubungi KONTAN, Jumat (19/6). Untuk menggenjot FDI, pemerintah harus bisa merealisasikan belanja infrastrukturnya dan reformasi birokrasi perijinan investasi terus dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×