Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dan Bank Indonesia sepakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi guna mengendalikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) agar tetap dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2026.
Kesepakatan ini dicapai dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) pada hari ini Jumat (29/1), sebagai upaya pemantapan kesiapan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta bentuk komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan pencapaian Asta Cita.
Rapat ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Menteri Sekretaris Negara, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara, Sekretaris Kabinet, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Wakil Menteri Perhubungan, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pejabat eselon I dan/atau setingkat perwakilan dari Kementerian/Lembaga anggota TPIP.
Baca Juga: Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Bakal Lebih Besar, Ekonomi Kuartal I Mampu Melejit?
Sinergi dan koordinasi kebijakan ditempuh melalui lima langkah strategis pengendalian inflasi, yang mencakup:
- Menjaga inflasi 2026 pada kisaran sasaran 2,5±1%;
- Menjaga inflasi harga bergejolak (volatile food) dalam kisaran 3,0-5,0%;
- Memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk mendukung pengendalian inflasi pangan dengan:
- Menjaga ketersediaan pasokan pangan antar waktu dan antar wilayah, antara lain melalui peningkatan produktivitas dan perluasan akses pembiayaan guna mendukung Program Prioritas Pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis;
- Meningkatkan kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan, antara lain melalui fasilitasi distribusi pangan antarwilayah, terutama dari wilayah surplus ke wilayah defisit;
- Mendorong perumusan kebijakan administered prices yang mempertimbangkan timing, sequencing, dan magnitude untuk mendukung stabilitas harga dan daya beli masyarakat;
- Memperkuat sinergi kebijakan dan komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat.
- Memperkuat dukungan infrastruktur dan logistik pascabencana untuk percepatan pemulihan ekonomi daerah terdampak
- Menjaga daya beli masyarakat melalui pemberian diskon transportasi dan tarif tol periode HBKN Ramadan dan Idulfitri serta bantuan pangan kepada Keluarga Penerima Manfaat di bulan Februari-Maret 2026.
“Pencapaian inflasi tahun 2025 sebesar 2,92% year on year (yoy) dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1% menunjukkan keberhasilan sinergi kebijakan antara Pemerintah dan Bank Indonesia,” mengutip keterangan tertulis Bank Indoensia, Jumat (30/1/2025).
Baca Juga: Kejagung Geledah Rumah Mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya Terkait Kasus Sawit
Adapun Sinergi kebijakan moneter Bank Indonesia dan kebijakan fiskal pemerintah dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi sesuai dengan sasaran. Sementara itu, koordinasi erat Bank Indonesia bersama Pemerintah dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP-TPID) antara lain melalui implementasi program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah juga mendukung ketahanan pangan dan stabilitas harga.
Ke depan, TPIP akan terus memperkuat sinergi kebijakan melalui implementasi berbagai program yang sejalan dengan Peta Jalan Pengendalian Inflasi 2025-2027 guna menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Fokus sinergi kebijakan terutama pada upaya untuk menjaga kesinambungan pasokan dan meningkatkan kelancaran distribusi. Dalam kaitan ini, upaya ditempuh dengan implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera, yang merupakan penguatan dari program GNPIP.
Untuk memperkuat efektivitas pengendalian inflasi, TPIP berencana melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 pada akhir Juni 2026 dengan tema.
Baca Juga: Begini Arahan Prabowo Terkait Kondisi Pasar Modal Saat Ini
“Penguatan Ketahanan Pangan dan Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Stabilitas Harga dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi,” tulis keterangan tersebut.
Selanjutnya: Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Bakal Lebih Besar, Ekonomi Kuartal I Mampu Melejit?
Menarik Dibaca: Bitcoin Ambles Hampir 6%, Sinyal Bearish atau Volatilitas Jangka Pendek?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













