kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Efek Kabinet Gemuk, Realisasi Belanja K/L Membengkak 129,3% dari Target APBN 2025


Jumat, 09 Januari 2026 / 18:18 WIB
Efek Kabinet Gemuk, Realisasi Belanja K/L Membengkak 129,3% dari Target APBN 2025
ILUSTRASI. Realisasi belanja K/L 2025 melonjak drastis hingga 129,3%. Kemenkeu menyebut pembesaran struktur kabinet jadi 48 K/L sebagai faktor utama.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman mengatakan, melonjaknya belanja pemerintah pusat, khususnya belanja Kementerian/Lembaga (K/L) pada akhir tahun 2025 dikarenakan bertambahnya jumlah K/L dalam struktur kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kemenkeu mencatat realisasi belanja K/L mencapai Rp 1.500,4 triliun sanoai akhir Desember 2025, atau setara 129,3% dari target awal APBN 2025 yang dipatok sebesar Rp1.275,6 triliun. Angka ini juga naik 14% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi belanja K/L pada 2024 yang sebesar Rp 1.315 triliun.

“Awal tahun, jumlah K/L kita masih terbatas 34, kemudian di kabinet baru menjadi 48. Itu akan ada penambahan-penambahan belanja,” ujar Luky dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Januari, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: BKPM Tawarkan Strategi Baru Tarik Investasi High-Tech 2026

Selain faktor struktur kabinet yang membesar, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, lonjakan belanja juga dipicu oleh pergeseran anggaran dari pos non-K/L untuk kebutuhan mendesak, seperti penanganan bencana yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Belanja K/L juga meningkat seiring dibukanya kembali pemblokiran anggaran pada awal 2025, setelah sebelumnya dilakukan efisiensi anggaran atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. Total anggaran yang sempat diblokir mencapai Rp 306,7 triliun, dengan Rp206,4 triliun di antaranya kembali dibuka.

“Anggaran yang dibuka kembali adalah sekitar Rp 206,4 triliun dari Rp 306,7 triliun tersebut supaya operasional dasar bisa tetap berlangsung, supaya belanja bantuan sosial bisa tetap berjalan,” kata Suahasil.

Dari sisi komposisi, realisasi belanja K/L tersebut terdiri atas belanja barang sebesar Rp 564,9 triliun, belanja modal Rp 427,5 triliun, serta belanja bantuan sosial Rp 186,6 triliun. Sementara itu, belanja pegawai tercatat sebesar Rp 321,3 triliun dan pembayaran pensiun mencapai Rp166,5 triliun.

Sebagai catatan, sejak Oktober 2024 Presiden Prabowo membentuk Kabinet Merah Putih dengan jumlah kementerian dan lembaga mencapai 48 K/L, bertambah 14 K/L dibandingkan era Presiden Joko Widodo yang berjumlah 34 K/L. Selain itu, jumlah menteri dan wakil menteri yang dilantik juga mencapai sekitar 100 orang.

Selanjutnya: OJK: Kinerja Paylater Perusahaan Pembiayaan Tembus Rp 11,24 Triliun

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 10 Januari 2026, Ambil Cepat Keputusan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×