kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

BKPM Tawarkan Strategi Baru Tarik Investasi High-Tech 2026


Jumat, 09 Januari 2026 / 18:17 WIB
BKPM Tawarkan Strategi Baru Tarik Investasi High-Tech 2026
ILUSTRASI. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Nurul Ichwan (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah terus memutar otak untuk menarik investasi di sektor teknologi tinggi (hightech) untuk masuk ke Indonesia pada tahun 2026.

Namun ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) disebut pemerintah menjadi tantangan utama yang kerap membuat investor ragu menanamkan modalnya di Tanah Air.

Deputi Bidang Promosi dan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Nurul Ichwan mengungkapkan, bagi investor hightech, teknologi mungkin milik mereka, namun kemampuan dasar SDM lokal untuk mengoperasikannya menjadi penentu utama.

Baca Juga: Meski Tersangka Korupsi Kuota Haji, KPK Belum Tahan Gus Yaqut

"Strategi yang kami lakukan ke depan adalah kerjasama antara Kementerian Investasi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Himpunan Kawasan Industri (HKI). Kita akan bangun kawasan industri dengan model seperti techno park," ujarnya saat ditemui di Wisama Danantara, Jumat (9/1/2026).

Menurut dia, dalam model techno park ini, kawasan industri akan memiliki pusat pengembangan SDM dan teknologi yang relevan dengan industri di dalamnya. Pendekatan ini dilakukan untuk memangkas celah antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja ahli.

Nurul menjelaskan, strategi baru pemerintah adalah memanfaatkan masa konstruksi pabrik sebagai masa pelatihan. Biasanya, proses konstruksi memakan waktu antara enam bulan hingga dua tahun.

"Di fase konstruksi tersebut, kami akan minta kerjasama mereka untuk melatih tenaga kerja Indonesia dengan teknologi yang mereka miliki. Sehingga saat mulai beroperasi komersial, sudah ada tenaga kerja yang sesuai kualifikasi," tegas Nurul.

Langkah ini diambil agar tidak ada lagi alasan bagi investor untuk gagal masuk ke Indonesia hanya karena isu kualitas SDM. Kerja sama ini nantinya akan melibatkan kampus-kampus, Balai Latihan Kerja (BLK), dan pengelola kawasan industri.

Kementerian Investasi juga menawarkan skema simulasi teknologi bagi para calon investor. Investor tidak perlu membawa alat fisik yang besar sejak awal, cukup membawa simulasi teknologi mereka ke kampus atau BLK sebagai bahan pelatihan bagi mahasiswa maupun calon pekerja.

"Mereka cukup membawa simulasinya saja dilakukan di kampus-kampus atau BLK. Begitu mereka sudah siap beroperasi, perusahaan tinggal merekrut saja dari sana," imbuhnya.

Baca Juga: Kemenag Juara Korupsi: 4 Menteri Agama Terseret Kasus Hukum, Terbaru Gus Yaqut

Nurul meyakini, pendekatan proaktif ini akan menjadi corong masuknya investasi teknologi tinggi secara masif. Pemerintah ingin memberikan jaminan kepada investor bahwa Indonesia memiliki tenaga kerja yang siap pakai secara teknis.

"Kami yakin dengan pendekatan seperti ini, tidak ada lagi isu bahwa Indonesia tidak punya tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri," papar dia.

Selanjutnya: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 10 Januari 2026, Ambil Cepat Keputusan

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Sabtu 10 Januari 2026, Ambil Cepat Keputusan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×