kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

DPR minta PLN gratiskan tagihan listrik korban bencana


Senin, 08 November 2010 / 12:56 WIB
ILUSTRASI. Direksi Mahkota Group


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kalangan DPR meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberikan keringanan bagi korban bencana letusan Gunung Merapi. Anggota Komisi VII DPR Mohammad Sohibul Iman mengatakan keringanan ini akan sangat membantu para korban yang sedang ditimpa musibah.

"Jangan hanya diringankan, tapi harusnya dibebaskan atau digratiskan tagihan listrik bulanan sebelum bencana terjadi," kata Sohibul, Senin (8/11).

Dia juga meminta PLN mempersiapkan penggantian peralatan dan jaringan listrik yang tersengat awan panas alias wedhus gembel. "Dengan demikian, setelah masa darurat bencana berakhir, masyarakat bisa langsung menggunakan listrik," terang wakil rakyat dari PKS.

Sohibul berharap PLN mencontoh institusi lain. Salah satunya Bank Indonesia yang membebaskan tagihan utang bagi debitur di daerah bencana.

Dia berharap kebijakan itu tidak hanya berlaku di daerah bencana letusan Gunung Merapi saja tetapi, juga daerah yang sudah terkena bencana, seperti di Mentawai dan Wasior, Papua. "Jika PLN menerapkan kebijakan itu, DPR akan mendukungnya," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×