kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

DPR dukung revisi UU ternak dan kesehatan hewan


Senin, 23 Desember 2013 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. Sandwich Bagel Tower yang bentuknya unik seperti menara (dok/kewpie)


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Subagyo  mendukung rencana pemerintah yang akan merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Firman beralasan dengan revisi tersebut diharapkan kedepannya Indonesia tidak lagi bergantung kepada Australia dalam hal impor daging.

"Sebagai contoh, dengan tidak bergantung pada Australia Indonesia bisa juga mencari alternatif untuk mencari bibit sapi dari negara lain, guna memercepat tersedianya pasokan sapi hidup di dalam negeri," ujar Firman saat dihubungi, Senin (23/12).

Politisi dari Partai Golkar tersebut mengeluhkan mengapa revisi terhadap UU No 18/2009 tidak diajukan pemerintah sejak lama, tidak responsifnya pemerintah, katanya, menyebabkan Indonesia mengalami krisis daging.

Firman juga berharap momentum itu menjadi pembelajaran pemerintah untuk dapat meniru kebijakan pulau karantina yang dipakai Australia. "Karena sebelum swasembada daging, Australia menerapkan kebijakan itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×