kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.978   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.886   141,46   2,46%
  • KOMPAS100 767   22,82   3,07%
  • LQ45 582   16,21   2,87%
  • ISSI 204   4,66   2,34%
  • IDX30 329   8,57   2,67%
  • IDXHIDIV20 405   10,19   2,58%
  • IDX80 87   2,36   2,78%
  • IDXV30 110   2,44   2,28%
  • IDXQ30 106   2,85   2,77%

Ditjen Pajak: 16 perusahaan digital asing siap pajaki konsumen


Senin, 10 Agustus 2020 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. Logo Netflix. Ditjen Pajak menyebut 16 perusahaan digital asing siap pajaki konsumen. REUTERS/Dado Ruvic


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Tendi Mahadi

Kata Yoga, tujuan pemerintah menerapkan PPN dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) untuk menciptakan level playing field dalam berusaha. Sebab, untuk PMSE dalam negeri, seperti platform marketplace dengan market cap besar, pada umumnya sudah paham dan patuh dengan kewajiban perpajakan mereka sendiri. 

Artinya mereka sudah lapor surat pemberitahuan (SPT) pajak penghasilan (PPh) untuk wajib pajak (WP) Badan. Selain juga memungut PPN atas penjualan produk barang dan jasa yang diperdagangkan dalam platform digital dalam negeri.

Baca Juga: Ada empat program baru untuk pulihkan ekonomi, sedot anggaran Rp 126,2 triliun

“Untuk ke depannya, kita juga ingin berkolaborasi dengan PMSE dalam negeri untuk meningkatkan kepatuhan pajak dari pelapak atau mitra usaha yang ada di platform mereka,” ujar Yoga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×