kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Dirut BEI Mundur, Airlangga: Ke Depan Lebih Memonitor Tata Kelola


Jumat, 30 Januari 2026 / 12:53 WIB
Dirut BEI Mundur, Airlangga: Ke Depan Lebih Memonitor Tata Kelola
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons kabar mengejutkan mengenai pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, pada pagi ini, Jumat (30/1/2026). 

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian ekstra terhadap tata kelola (governance) bursa ke depan.

Airlangga menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja Iman selama ini, namun ia menekankan bahwa keberlanjutan organisasi dan integritas pasar modal jauh lebih penting. Menurutnya, pemerintah akan terus memantau agar kepengurusan BEI selanjutnya jauh lebih memperhatikan aspek tata kelola yang baik.

Baca Juga: IHSG Sempat Anjlok, Pemerintah Kebut Demutualisasi Bursa

"Tentunya di apresiasi, tetapi kita harus menjaga governance. Ke depan, pemerintah akan memonitor bahwa kepengurusannya akan lebih memperhatikan tata kelola dan menjalankan roadmap yang sudah ada di dalam Undang-Undang P2SK," ujarnya saat konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Sebagaimana diketahui, UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi payung hukum yang menuntut standar transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi bagi lembaga jasa keuangan, termasuk otoritas bursa.

Airlangga berharap suksesi di tubuh BEI tetap berjalan dalam koridor aturan tersebut.

Di samping itu, Airlangga juga menepis kekhawatiran pelaku pasar mengenai risiko penurunan status pasar modal Indonesia di kancah internasional akibat guncangan manajemen ini. Ia memastikan posisi Indonesia di kategori Emerging Market tetap aman.

"Tidak (meningkatkan risiko di emerging market). Justru ini akan meningkatkan kestabilan kita di emerging market. Karena standar kita ini sudah setara dengan berbagai negara," tegasnya.

Selanjutnya: Arahan Presiden: Percepat Demutualisasi BEI, Dorong Bursa Jadi Perusahaan Go Public

Menarik Dibaca: Dirut BEI Mudur Terimbas Sentimen MSCI dan Net Sell Asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×