kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Usai Kirim ke Arab Saudi, Indonesia Bakal Ekspor Beras ke Malaysia Hingga Filipina


Kamis, 12 Maret 2026 / 15:00 WIB
Usai Kirim ke Arab Saudi, Indonesia Bakal Ekspor Beras ke Malaysia Hingga Filipina
ILUSTRASI. Potensi Ekspor Beras Lokal (KONTAN/Baihaki). Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan strategi untuk memperluas pasar ekspor beras nasional.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan strategi untuk memperluas pasar ekspor beras nasional.

Setelah berhasil menembus pasar Arab Saudi, Indonesia kini membidik sejumlah negara tetangga sebagai tujuan ekspor selanjutnya.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, mengungkapkan bahwa potensi ekspor beras Indonesia sangat terbuka lebar seiring dengan upaya pemerintah memacu produktivitas lahan. Beberapa negara di kawasan regional sudah masuk dalam radar bidikan Kementan.

“Ada, ya negara tetangga, Papua New Guinea, Malaysia, Filipina,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga: Usai Tembus Arab Saudi, Mentan Bidik Ekspor Beras ke Malaysia dan Filipina

Mengenai jadwal pelaksanaan ekspor ke negara-negara tersebut, Sudaryono menyebut saat ini pemerintah masih melakukan pembahasan intensif. 

“Lagi ini kita bahas, karena produktivitas kita akan tinggi, jadi mau gak mau kita memang mesti ekspor,” tambahnya.

Khusus untuk pasar Arab Saudi, Sudaryono menjelaskan, pengiriman awal telah dilakukan sebesar 2.280 ton. Namun, potensi serapan pasar di sana diyakini jauh lebih besar, yakni mencapai 20.000 ton hingga 50.000 ton beras. 

Menurutnya, target utamanya tidak hanya melayani jemaah haji asal Indonesia, tetapi juga jemaah dari negara lain.

“Intinya, kita juga bukan hanya ingin ngasih makan jemaah kita, tapi juga mengasih makan jemaah haji dan umrah kita dan juga ngasih makan jemaah haji dan umrah dari negara lain. Jadi kita eskalasi lah total yang kita ekspor,” jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Beras Premium ke Arab Saudi

Sementara untuk rencana ekspor ke Papua Nugini, pemerintah masih melakukan riset pasar untuk memetakan volume kebutuhan di negara tersebut.

Sudaryono menegaskan bahwa Kementan akan menyesuaikan jumlah pengiriman dengan permintaan nyata di lapangan. 

“Namanya kita mau jualan kan, dia butuh berapa kita mesti tahu dulu,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×