kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Din Syamsuddin tak khusyuk shalat karena Jokowi


Sabtu, 24 Mei 2014 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Suasana saat penundaan pelaksanaan vaksinasi individu di Kimia Farma Senen, Jakarta Pusat, Senin (12/7/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua Umum PP Muhammadiyah Pusat Din Syamsuddin mengaku pernah mengetes keislaman calon presiden Joko Widodo dengan meminta Gubernur DKI Jakarta itu menjadi imam shalat zuhur.

“Saya ajak Pak Jokowi untuk shalat zuhur, dan beliau imam. Saya sebagai makmum, bayangkan beliau imam, dan saya pimpinan Muhammadiyah makmum-nya,” kata Din dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Din mengungkapkan hal itu menanggapi penjelasan Joko Widodo soal keislamannya di dalam acara tersebut. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Jokowi menegaskan bahwa dia sudah haji. Bahkan, kedua orangtua dan adiknya pun telah menjadi haji.

“Saya Jokowi, alhamdulillah saya sudah haji. Bapak saya haji, ibu saya haji dan adik saya juga sudah haji,” kata Jokowi.

Din lantas mengatakan, Jokowi memiliki pandangan agama Islam yang bagus. Kesimpulan itu diberikan setelah ia mengetes keislaman Jokowi dengan menjadikannya imam shalat.

Din bahkan mengaku tidak bisa berkonsentrasi saat melakukan shalat kala itu, karena hanya memerhatikan tata cara shalat Jokowi, mulai dari niat, takbiratul ikhram, hingga salam.

“Shalat saya waktu itu sampai tidak khusyuk, karena saya perhatikan benar itu shalat Pak Jokowi. Dari niat sampai salam, dan alhamdulillah semua benar dan tidak ada yang salah dengan beliau,” kata Din seraya tertawa diiringi tepuk tangan peserta sidang Tanwir. (Kontributor Samarinda, Yovanda Noni)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×