kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Diingatkan SBY, Jokowi tetap pererat gandeng China


Senin, 29 Agustus 2016 / 18:25 WIB
Diingatkan SBY, Jokowi tetap pererat gandeng China


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak terlalu fokus dengan China dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Namun, hal ini tampaknya hanya dianggap angin lalu oleh Presiden Joko Widodo.

Bahkan, Jokowi akan menggelar pertemuan bisnis dengan para pengusaha China. Setidaknya, akan ada sekitar 600 sampai dengan 700 pengusaha China yang akan ditemui presiden dalam pertemuan bisnis tersebut.

Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri mengatakan, pertemuan tersebut rencananya akan dilakukan Presiden Joko Widodo di sela-sela pertemuan G-20 yang akan dilaksanakan pekan depan. "Pertemuan sedianya akan dilakukan 3 September ini," katanya di Komplek Istana Negara Senin (29/8).

Retno mengatakan, selain pertemuan bisnis tersebut, untuk menggenjot investasi di dalam negeri, Jokowi juga akan bertemu dengan beberapa petinggi BUMN Negeri Tirai Bambu. Selain itu, Jokowi juga akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.

Retno mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi dijadwalkan akan membicarakan banyak masalah. "Karena China mitra dagang besar kita, banyak hal, ekonomi, sosial, budaya, dan isu Laut China pasti akan muncul," katanya tanpa merinci lebih detail isi agenda pertemuan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×