kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.808   -20,00   -0,12%
  • IDX 8.111   78,76   0,98%
  • KOMPAS100 1.144   12,52   1,11%
  • LQ45 828   7,21   0,88%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 431   4,56   1,07%
  • IDXHIDIV20 516   3,58   0,70%
  • IDX80 128   1,36   1,07%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,94   0,67%

Dhana didakwa menerima gratifikasi Rp 2,7 miliar


Senin, 02 Juli 2012 / 14:58 WIB
Dhana didakwa menerima gratifikasi Rp 2,7 miliar
ILUSTRASI. Menteri luar negeri G7 mengikuti pertemuan di London, Inggris, 5 Mei 2021.


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can


JAKARTA. Bekas pegawai Direktorat Jenderal Pajak Dhana Widyatmika mulai disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dhana didakwa dengan Undang-Undang Tipikor dan Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Jaksa IBN Wismantanu mengatakan Dhana pada saat menjabat sebagai pegawai pajak diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 2,7 miliar dari wajib pajak PT Mutiara Virgo. Dhana juga dituding jaksa menerima Mandiri Travellers Cheque dari pegawai negeri sipil Pemerintah Kota Batam.

Dhana juga didakwa telah merugikan negara sebanyak Rp 1,028 miliar dalam proses banding pajak PT Kornet Trans Utama. Dalam tindak pidana pencucian uang, Dhana menerima sejumlah uang yang diduga hasil korupsi. "Uang tersebut ditransfer, dipindahkan. Yang diduga untuk menyamarkan asal usul uang tersebut," ujar Wismantanu, Senin (2/7).

Kejaksaan Agung sebelumnya menuding, Dhana telah menggunakan uang hasil kejahatannya untuk berbagai macam kegiatan. Jaksa mensinyalir, Dhana memutar uang hasil korupsi untuk menjalankan sejumlah bisnis. Salah satunya bisnis penjualan kendaraan lewat PT Mitra Modern Mobilindo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×