kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.127   2,00   0,01%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Denda diterapkan, pelanggaran busway turun tajam


Rabu, 27 November 2013 / 15:02 WIB
ILUSTRASI. Nasabah mencari informasi lelang properti melalui aplikasi BTN di Jakarta, Kamis (23/6/2022). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/06/2022.


Sumber: TribunNews.co | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat, usai diberlakukannya denda maksimal bagi penerobos jalur bus Trans Jakarta, ada penurunan terhadap jumlah pelanggaran yang kerap dilakukan sejumlah pengendara.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan penurunan tersebut bisa diketahui dari sebelum adanya denda maksimal, angka pelanggaran mencapai 900 pengendara dalam sehari.

"Sementara setelah diberlakukannya denda maksimal, angka pelanggaran turun menjadi sekitar 200 pelanggar tiap harinya," ujar Hindarsono, Rabu (27/11/2013).

Menurut Hindarsono, meskipun penerapan denda maksimal dinilai efektif, namun adanya separator di jalur bus Trans Jakarta masih harus diperhatikan, salah satunya yakni peninggian separator.

"Peninggian separator perlu, karena masyarakat masih menganut sistem kontrol. Kalau ada petugas pengendara masih takut-takut tapi kalau tidak ada petugas, mereka kembali melanggar,"ujar Hindarsono. (Theresia Felisiani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×