kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.955   108,00   0,61%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Demokrat masih cari peluang masuk di pemerintahan


Senin, 19 Mei 2014 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja PT Timah Tbk.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hasil rapat pimpinan nasional (Rapimnas) partai Demokrat kemarin, Minggu (18/5) sudah jelas, yaitu tidak akan memihak kubu manapun alias non-alignment dalam pemilihan presiden dan calon wakil presiden.

Namun demikian, keputusan itu tidak menutup kemungkinan partai Demokrat untuk duduk kembali di pemerintahan, dan bekerja sama dengan salah satu kubu.

Untuk itu, partai Demokrat akan terlebih dahulu melihat platform ekonomi yang diusung masing-masing parpol. "Soal peluang mengalihkan suara ke salah satu pihak, kami akan melihat platform ekonominya," ujar Ketua Harian Partai Demokrat, Syarief Hasan, Senin (19/5) di Jakarta.

Meskipun non alignment, Demokrat berjanji untuk tidak golput atau tidak memilih pasangan capres dan cawapres.

Sebagai pemenang pemilu tahun 2004 dan 2009, dan berhasil mendudukan Ketua Umumnya menjadi Presiden selama dua periode membuat partai berlambang mercy ini mungkin sulit jika berada di jalur oposisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×