kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

SBY: Partai Demokrat tidak minta-minta kekuasaan


Minggu, 18 Mei 2014 / 21:16 WIB
SBY: Partai Demokrat tidak minta-minta kekuasaan
ILUSTRASI. 4 Cara Merawat Kulit Berminyak dengan Benar, Terhindar Jerawat!


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sikap Partai Demokrat mulai mengerucut dengan tidak mendukung calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto. Demokrat menilai sikapnya tersebut adalah tindakan yang lebih mulia dan terhormat ketimbang meminta-minta kekuasaan.

"Jauh lebih terhormat bila Partai Demokrat mandiri dan tidak meminta minta kekuasaan dari pihak manapun," ujar Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) usai memimpin Rapimnas, Minggu (18/5).

SBY mengatakan partainya akan tetap memiliki sikap pada pemerintahan yang akan datang dengan memperjuangkan kepentingan rakyat. Partai Demokrat mempersilahkan para capres yang akan berlaga pada pilpres nanti untuk bersaing secara sehat dan mendidik.

Kendati tidak berkoalisi dengan salah satu capres saat ini, tapi Partai Demokrat belum menutup kemungkinan untuk membentuk poros baru. Soalnya sikap final akan diputuskan pada tanggal 20 Mei lusa. Apalagi sebelum menutup Rapimnas, SBY sempat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie di Hotel Sultan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×