Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengatakan, isu kemiskinan masih menjadi tantangan mendasar.
Hal itu ditandai dengan menurunnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya kelompok rentan miskin di dalam negeri.
Cak Imin bilang, tekanan biaya hidup karena ketidakpastian pasar kerja hingga meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan menjadi momok utama yang menggerus daya tahan kelas menengah.
"Fenomena ini menunjukkan bahwa guncangan ekonomi bisa dengan mudah mendorong kelompok rentan jatuh ke jurang kemiskinan," ujar Cak Imin dalam Rakor Optimalisasi Pemerintah Daerah Dalam Pengentasan Kemiskinan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terkerek Perang, PDIP: Subsidi BBM Bisa Bengkak Rp 400 Triliun
Untuk itu, Cak Imin menegaskan kebijakan kemiskinan tiadk cukup hanya berfokus membantu kelompok miskin, tetapi juga harus menyasar kelompok rentan dan kelas menengah.
Pemerintah telah menetapkan target ambisius dan terukur yakni kemiskinan ekstrem 0% di tahun 2026. Seiring dengan itu, Cak Imin meyakini kemiskinan nasional turun hingga angka maksimal 5% pada tahun 2029.
Menurutnya pencapaian target tersebut menuntut kerja kolektif antar pemerintah pusat dan daerah dengan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Cak Imin menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu kunci program untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan paradigma ini masyarakat tidak hanya menerima bantuan tetapi juga didorong menjadi pelaku pembangunan.
"Bantuan sosial hanyalah bantalan sementara, jaminan sosial menjadi jaring pengaman," tutup Cak Imin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












