kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.867   49,00   0,29%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

Defisit APBN 2025 Jebol 2,92% PDB, Kemenkeu Akui Ekonomi 2025 Menantang


Kamis, 08 Januari 2026 / 16:39 WIB
Defisit APBN 2025 Jebol 2,92% PDB, Kemenkeu Akui Ekonomi 2025 Menantang
ILUSTRASI. Dirjen Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengakui kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menghadapi tantangan berat, seiring tekanan sisi pendapatan dan kebutuhan belanja untuk menopang perekonomian.

Hal ini tercermin dari membengkaknya defisit APBN 2025 menjadi 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan defisit APBN 2025 yang mencapai 2,92% terhadap PDB merupakan konsekuensi dari strategi ekspansi fiskal yang ditempuh pemerintah.

Baca Juga: Bonus Atlet Cair Rp 465 Miliar, RI Lampaui Target dengan 91 Emas SEA Games

Febrio menjelaskan, tekanan pendapatan negara terjadi akibat penurunan harga komoditas serta perubahan sumber penerimaan, termasuk dividen BUMN.

"Kita memang menghadapi tahun yang cukup menantang di tahun 2025," ujar Febrio dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap memilih untuk melakukan ekspansi belanja, meskipun telah dilakukan berbagai langkah efisiensi.

Menurut Febrio, ekspansi ini diperlukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memastikan program prioritas pemerintah tetap berjalan optimal.

Belanja negara difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas, antara lain program makan bergizi gratis, koperasi desa Merah Putih, sekolah rakyat, program pembangunan 3 juta rumah, sekolah unggul Garuda, hingga penguatan ketahanan pangan.

Febrio menegaskan, realisasi program-program tersebut berjalan dengan baik dan mulai menunjukkan hasil. Salah satunya terlihat pada sektor pertanian, di mana stok beras yang dikelola Perum Bulog tercatat berada pada level tertinggi sepanjang sejarah.

"Dengan ekspansi inilah kami harapkan juga nanti perbaikan pertumbuhan ekonomi juga terdukung dan nanti membalikkan kondisi perekonomian dan pendapatan yang harapannya nanti akan membaik," pungkasnya.

Selanjutnya: Menkeu Purbaya: Saya Buat Nol Defisit Bisa, Tapi Ekonomi Morat-Marit

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret Periode 8-21 Januari 2026, Derma Angel Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×