kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Data BI: Porsi Pendapatan untuk Konsumsi Tercatat Turun Pada Oktober 2025


Senin, 10 November 2025 / 14:10 WIB
Data BI: Porsi Pendapatan untuk Konsumsi Tercatat Turun Pada Oktober 2025
ILUSTRASI. Warga berbelanja pakaian di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat (5/5/2023). (KONTAN/Fransiskus Simbolon). BI mencatat, rasio konsumsi terhadap pendapatan menurun, di tengah pembayaran cicilan yang relatif stabil dan tabungan yang meningkat.?


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio konsumsi terhadap pendapatan menurun, di tengah pembayaran cicilan yang relatif stabil dan tabungan yang meningkat.

Berdasarkan hasil survei konsumen oleh BI, pada Oktober 2025, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 74,7%, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 75,1%.

Baca Juga: Soal Rencana Redenominasi Rupiah, Airlangga Soroti Dampaknya ke Inflasi

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) sebesar 11,0%, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 11,2%.

Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 14,3%, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 13,7%.

Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada sebagian kelompok pengeluaran yaitu kelompok Rp 1 juta hingga Rp 2 juta mencapai 76,5% lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 78%,  kelompok Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta mencapai 72,8% lebih rendah dari bulan sebelumnya, serta kelompok di atas Rp 5 juta mencapai 70,5% atau lebih rendah dari  bulan sebelumnya sebesar 71,8%.

 “Sementara, porsi pendapatan yang ditabung mengalami peningkatan pada mayoritas kelompok pengeluaran, terutama pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta mencapai 16,5%,” mengutip laporan tersebut.

Baca Juga: Ekspektasi Konsumen Menguat, IKE Oktober Tumbuh dari Bulan Sebelumnya

Selanjutnya: Kilang Balikpapan: RFCC Complex Beroperasi, Produksi BBM Euro V

Menarik Dibaca: Biar Tak Ketinggalan Zaman, Ini 5 Pelajaran dari Tren Digitalisasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×