kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Dapat anggaran Rp 10 triliun, begini desain program kartu pra-kerja


Jumat, 16 Agustus 2019 / 23:00 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Handoyo

Sementara, re-sklling bertujuan untuk memberi pembekalan keterampilan vokasi yang berbeda atau baru untuk keperluan alih profesi. Re-skilling menyasar pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang berpotensi terkena PHK. 

Adapun, target peserta kartu pra-kerja pada tahun depan sebanyak 2 juta orang dengan komposisi 1,5 juta kartu digital dan 500.000 kartu reguler. 

Kartu pra-kerja digital menyediakan layanan pelatihan dan pemberian insentif di mana peserta dapat memilih jenis pelatihan melalui platform digital. Misalnya, Gojek, Tokopedia, Jobstreet, dan berbagai platform digital maupun pihak swasta lainnya. 

Baca Juga: Intiland (DILD) bakal utamakan natural growth kawasan industri

Pelatihan akan disediakan secara online (e-learning) maupun melalui tatap muka. Sementara, kartu pra-kerja reguler menyediakan layanan pelatihan, pemberian insentif, dan sertifikasi. 

“Pelatihan dan sertifikasi ini dilakukan di lembaga pelatihan kerja (LPK) termasuk balai latihan kerja (BLK), LPK Swasta dan pusat latihan (training centre) industri,” lanjut Hanif. 

Adapun, terkait kriteria calon penerima kartu pra-kerja, Hanif menyebut untuk saat ini yaitu warga negara Indonesia (WNI) dan berusia di atas 18 tahun. 

Baca Juga: BTN terapkan bunga 8,99% melalui program KPR Merah Putih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×