kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.077   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.071   29,15   0,48%
  • KOMPAS100 797   7,15   0,91%
  • LQ45 605   5,47   0,91%
  • ISSI 210   0,29   0,14%
  • IDX30 342   2,70   0,80%
  • IDXHIDIV20 425   2,59   0,61%
  • IDX80 91   0,89   0,99%
  • IDXV30 116   0,83   0,72%
  • IDXQ30 110   0,84   0,77%

Kementerian PKP Gandeng KAI dan Astra Bangun 1.000 Rusun di Bandung


Kamis, 16 Juli 2026 / 10:22 WIB
Kementerian PKP Gandeng KAI dan Astra Bangun 1.000 Rusun di Bandung
ILUSTRASI. Pemerintah bersama Kementerian PKP bersama KAI dan Astra Internasional (ASII) bakal membangun 1.000 rukun di Bandung, Jawa Barat (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID JAKARTA. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng PT Kereta Api Indonesia dan PT Astra International Tbk (ASII) untuk membangun sekitar 1.000 unit rumah susun (rusun) di Kota Bandung, Jawa Barat. 

Proyek tersebut akan memanfaatkan lahan milik KAI di kawasan Stasiun Kiaracondong dan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mengoptimalkan aset negara untuk penyediaan hunian layak bagi masyarakat melalui sinergi pemerintah, BUMN, dan sektor swasta.

Baca Juga: Tumbuh 2,1%, Utang Luar Negeri Indonesia Mendekati Rp 8.000 Triliun

"Di Kota Bandung kita akan membangun sekitar 1.000 unit rumah susun di atas lahan milik PT KAI dengan dukungan PT Astra. Tadi spesifikasinya sudah dijelaskan, 36 meter persegi, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu dapur, dan ada area servis," ujar Ara, sapaan Akrab Maruarar dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026) saat meninjau lokasi pembangunan di dekat Stasiun Kiaracondong. 

Ara menjelaskan pemerintah tengah mendorong pemanfaatan aset negara melalui sejumlah skema pembiayaan, mulai dari APBN, Danantara, hingga kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme hibah maupun bentuk lain yang sesuai ketentuan.

Menurutnya, model kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan hunian tanpa mengurangi kepemilikan aset negara.

Meski demikian, proyek belum akan langsung dibangun. Pemerintah masih harus menuntaskan proses administrasi, perizinan, serta berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Pembangunannya sesudah kita konsultasi dengan BPK dan BPKP dan tentu sambil jalan izinnya diurus," kata Ara.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin mengatakan, lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 9.624 meter persegi yang terdiri atas dua bidang seluas 7.124 meter persegi dan 2.500 meter persegi.

Menurut Bobby, kawasan tersebut akan dikembangkan dengan konsep TOD dan seluruh unit dirancang bertipe 36.

Baca Juga: Purbaya: Penanganan Utang KCIC Tinggal Tunggu Proses Administrasi dari Danantara

"Nanti kita bicara teknis dengan Astra. Konsepnya itu adalah konsep tipe 36," ujarnya.

Ia menegaskan, target pembangunan di Bandung tetap sebanyak 1.000 unit rumah susun.

Sementara itu, Chief of Corporate Affairs Astra International Boy Kelana Soebroto menyatakan, Astra siap mendukung pembangunan proyek tersebut. 

Hunian akan dibangun dengan luas sekitar 36 meter persegi yang terdiri atas dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang keluarga, dapur, serta area servis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak.

Selanjutnya, Kementerian PKP bersama KAI, Astra, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, ATR/BPN, BPK, dan BPKP akan menyusun skema kerja sama serta menyelesaikan seluruh tahapan perizinan agar proyek dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari Program 3 Juta Rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×