kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Danareksa Research Institute prediksi neraca dagang Juni 2020 surplus US$ 1,47 miliar


Rabu, 15 Juli 2020 / 10:48 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4/2020). Untuk mengatasai dampak pandemi virus corona (COVID-19), Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2020 tentang Penataan dan Penyed


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

"Meski aktivitas ekonomi mereka sudah meningkat, tetapi permintaan yang kita terima masih rendah. Kami pun tidak melihat permintaan yang signifikan bagi Indonesia," jelas Moekti.

Dari sisi impor, penurunan impor Indonesia masih dipengaruhi oleh melemahnya permintaan domestik yang disebabkan oleh pembatasan aktivitas yang masih ada di sejumlah daerah. Selain itu, ini juga menyebabkan aktivitas ekonomi masih terbatas meski sudah mulai bergeliat.

Baca Juga: Pemulihan ekonomi jadi penentu masuknya dana asing ke pasar saham

Ini tercermin dari inflasi pada bulan Juni 2020 yang masih rendah meski meningkat, yang menunjukkan kalau daya beli masyarakat masih mini meski pemerintah telah memberikan bantuan dan pelonggaran PSBB.

Selain itu, ini juga terlihat dari PMI Manufaktur Indonesia yang masih di bawah zona ekspansif, yang mencerminkan kalau permintaan impor bahan baku industri pengolahan masih akan rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×