kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dampak Penurunan Peringkat Utang AS, Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh 5%


Kamis, 03 Agustus 2023 / 10:44 WIB
Dampak Penurunan Peringkat Utang AS, Ekonomi Indonesia Sulit Tumbuh 5%
ILUSTRASI. Suasana gedung perkantoran di Jakarta, Senin (25/4/2022). Penurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memangkas peringkat utang Amerika Serikat (AS) dari AAA menjadi AA+.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, penurunan peringkat utang AS merupakan cerminan dari lemahnya kinerja fiskal yang kemudian memengaruhi kinejra ekonomi domestiknya.

Setelah pandemi berangsur usai, AS menghadapi tingkat inflasi yang tinggi akibat kenaikan harga energi dan kondisi pasar tenaga kerja.

AS menggunakan instrumen suku bunga acuan untuk menekan inflasi. Akibatnya, suku bunga bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) naik signifikan dari 0,25% pada tahun 2021 menjadi 5,5% pada saat ini.

Baca Juga: Wall Street Terjun Setelah Fitch Rating Menggunting Peringkat Utang AS

Era suku bunga tinggi yang mungkin berlangsung lebih lama dari perkiraan tentu akan menekan permintaan domestik, yang pada akhirnya menggerus permintaan impor.

Padahal, AS merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia. "Permintaan domestik AS yang tertekan akan menurunkan permintaan impor, termasuk dari Indonesia," terang Andry kepada Kontan.co.id, Rabu (2/8).

Dengan demikian, Andry melihat dinamika yang ada ini akan memberi dampak pada Indonesia lewat jalur perdagangan juga investasi.

Kekhawatirannya, ekspor Indonesia akan tergerus sehingga membatasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 dan tahun 2024 untuk tumbuh di atas 5% yoy.

Andry pun menyarankan, pemerintah untuk sigap dalam menanggapi hal ini. Pasalnya, dorongan ekonomi terbesar harus datang dari ekonomi dalam negeri.

"Dorongan terbesar akan datang dari perekonomian domestik, ketika pemerintah mendorong percepatan belanja," tandas Andry.

Baca Juga: Fitch Pangkas Peringkat Utang AS, Begini Proyeksi Nasib Negara Paman Sam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×