kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Copot Purbaya, Prabowo Dinilai Ingin Perkuat Konsolidasi Kabinet


Selasa, 15 September 2026 / 17:22 WIB
Copot Purbaya, Prabowo Dinilai Ingin Perkuat Konsolidasi Kabinet
ILUSTRASI. Menkeu Tinjau Truk Mitsubishi Fuso yang Lolos Uji Biodiesel B50 di GIIAS 2026 (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergantian Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai bukan semata-mata terkait evaluasi kinerja, melainkan juga bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat konsolidasi dan soliditas kabinet.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, mengatakan sejumlah faktor bisa menjadi pertimbangan dalam pergantian Purbaya, mulai dari evaluasi kinerja, konsolidasi politik hingga penataan ulang pemerintahan.

Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian Presiden adalah kemampuan menteri menjaga soliditas internal, baik di kementerian maupun dalam kabinet.

Baca Juga: Prabowo Beri Nilai 88-89 Pada Kinerja Para Menteri, Memuaskan Tapi Bisa Ditingkatkan

Hendri menilai, pola komunikasi dan kemampuan menteri mengelola hubungan dengan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting.

Dalam konteks Purbaya, ia menilai hubungan dengan Danantara beberapa kali diwarnai perbedaan pandangan yang terbuka di ruang publik.

Ia melihat Presiden Prabowo tidak menginginkan menteri yang justru menimbulkan kegaduhan dan kesulitan melakukan konsolidasi dengan stakeholder.

“Karena kan Pak Purbaya tercatat beberapa kali, sering kemudian berseberangan dan ribut di media. Nah pola yang terbaca hari ini, per hari ini ya, Presiden tidak ingin atau tidak suka ada menteri yang berisik, kemudian tidak bisa melakukan konsolidasi dan manage internal stakeholder-nya,” ujar Hendri kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).

Selain persoalan konsolidasi, Hendri menilai pergantian Purbaya juga tidak terlepas dari efektivitas pemerintahan dan evaluasi kondisi ekonomi.

Baca Juga: Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi Program Prioritas

Menurutnya, kinerja ekonomi menjadi perhatian karena sejumlah survei masih menunjukkan persoalan di sektor tersebut.

Hendri menilai persoalan ekonomi tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab Menteri Keuangan. Sebab, terdapat sejumlah menteri ekonomi lain yang turut berperan dalam mendorong pertumbuhan.

Namun, menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah belum adanya insentif ekonomi yang cukup kuat bagi kelas menengah.

Sementara itu, berbagai program pemerintah selama ini lebih banyak diarahkan untuk mendorong konsumsi dan belanja masyarakat kelas bawah.

“Namanya insentif ekonomi mestinya dikeluarkan oleh Menteri Keuangan supaya ada gerakan dari kelas menengah untuk bisa tumbuh secara ekonomi gitu,” ujarnya.

Dengan demikian, Hendri melihat reshuffle Menkeu sebagai kombinasi antara evaluasi kinerja, kebutuhan konsolidasi politik, serta upaya memperkuat efektivitas pemerintahan Presiden Prabowo.

Baca Juga: Bertambah Lagi Jabatan Baru Kabinet Merah Putih

Diberitakan sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029.

Pelantikan Suahasil tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029. 

Dalam Keppres tersebut, Presiden Prabowo menetapkan dan mengangkat Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024-2029. Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 14 September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×