kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Chatib Basri: Skenario berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 0,3%


Senin, 13 April 2020 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri sebut dalam skenario berat, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 0,3% akibat corona.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mantan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri mengatakan, dampak dari wabah virus Corona (Covid-19) akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 0,3%-2,2%.

Proyeksi ini didasarkan pada pernyataan dari Kementerian Keuangan yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini hanya berkisar -0,4%-2,3%.

Baca Juga: Apa itu Pandemic Bonds? Ini kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Ada dua skenario yang dirujuk Chatib dari Australian National University, yaitu dampak ekonomi yang bersifat sedang dan dampak bersifat tinggi.

"Di dalam skenario dalam dampak sedang, ekonomi Indonesia akan terpukul minus 2,8% dari baseline (angka dasar). Artinya, apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 adalah 5%, kita hanya bisa tumbuh sebesar 2,2% di dalam skenario sedang," ujar Chatib dalam agenda diskusi daring, Senin (13/4).

Baca Juga: BPS catat inflasi bulan Maret 2020 di DKI Jakarta sebesar 0,33%

Sementara itu, apabila Covid-19 menyebabkan dampak yang buruk, maka di dalam skenario tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menurun 4,7% dari angka dasar 5%.

"Di dalam dampak buruk, perekonomian Indonesia akan menurun 4,7%. Jadi dari 5% menurun ke level 0,3%, di mana situasi tersebut sangat signifikan," paparnya.

Lebih lanjut, Chatib menjelaskan penurunan pertumbuhan perekonomian Indonesia disebabkan oleh terganggunya rantai pasokan global (global supply chains).

Baca Juga: Ini 5 insentif dan stimulus perpajakan yang disiapkan pemerintah hadapi Covid-19

Bukan tanpa sebab, terganggunya rantai pasokan ini dikarenakan China yang merupakan salah satu pemasok penting, sempat terkena imbas yang cukup parah dari wabah ini.

Menurut Chatib, apabila China terdampak virus Corona, maka secara otomaris rantai pasokan global juga akan terganggu.

"Itulah alasan mengapa tingkat produksi secara global akan menurun," kata Chatib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×