kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Cetak sawah baru, bisa peroleh Rp 7,5 juta per hektare


Selasa, 04 Januari 2011 / 16:23 WIB


Reporter: Petrus Dabu | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tahun ini, pemerintah akan mencetak sebanyak 50.000 hingga 60.000 sawah baru. Untuk mendorong pencetakan sawah ini, pemerintah akan memberikan insentif sebesar Rp 7,5 juta atas setiap hektare sawah baru.

Direktur Jenderal Sarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, dana tersebut merupakan dana bantuan sosial kemasyarakatan. Cuma, dia bilang, dana tersebut tidak akan dibagikan kepada orang per orang tetapi ke kelompok petani. ”Nanti duitnya ditransfer dari sini ke rekening masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/1)

Sesuai dengan kontrak kinerja, Kementerian Pertanian harus mencetak 250.000 hektare sawah baru hingga 2014. Menurut Gator, sawah baru yang akan dicetak ini hanya di tempat yang sudah ada jaringan irigasinya. ”Kalau nggak, nggak cukup duitnya,”ujarnya, Selasa (4/1).

Pencetakan sawah baru ini akan difokuskan di beberapa tempat. Diantaranya di Bulungan, Kalimantan Timur targetnya 33.000 hektare. Selain itu, juga di Kutai Kertanegara seluas 2.000-an hektare, Kubu Raya seluas 6.000 hingga 7.000 hektare. Selain di Kalimantan, pemerintah juga akan fokus di Aceh, Sulawesi dan Papua Barat.

Sebelumnya Menteri Pertanian Suswono mengatakan tahun ini pemerintah menargetkan bisa mencetak 70.000 hektare sawah baru. Gatot mengatakan, 70.000 hektare itu berdasarkan ekspektasi pemerintah agar masyarakat mencetak sawah lebih dari dana yang dialokasikan oleh pemerintah. ”Kalau dikasih dana untuk 10 hektare, dia jadi 12 hektare”ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×