kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Cadangan Devisa RI Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 152,1 Miliar pada Desember 2025


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:14 WIB
Cadangan Devisa RI Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 152,1 Miliar pada Desember 2025
ILUSTRASI. Neraca dagang pada November 2025 surplus (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Posisi cadev RI diperkirakan meningkat pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar US$ 150,1 miliar.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia (cadev) diperkirakan meningkat pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar US$ 150,1 miliar. Dengan proyeksi kenaikan hingga US$ 2 miliar, posisi cadangan devisa pada Desember 2025 diperkirakan berpotensi mencapai sekitar US$ 152,1 miliar.

Kepala Departemen Riset Makroekonomi & Pasar Keuangan Permata Bank, Faisal Rachman, menilai penguatan cadangan devisa didorong oleh masuknya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik sepanjang Desember 2025.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan RUU Keamanan Laut, Bakamla Akan Jadi Coast Guard?

“Kami melihat cadangan devisa di Desember 2025 akan cenderung meningkat sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar,” ujar Faisal kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Faisal, inflow terutama berasal dari pasar portofolio, khususnya pasar obligasi dan saham, serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tercatat, aliran dana masuk ke pasar obligasi mencapai US$ 0,39 miliar, pasar saham sebesar US$ 0,73 miliar, serta inflow SRBI sebesar US$ 1,62 miliar. Dengan demikian, total inflow mencapai sekitar US$ 2,74 miliar.

Meski demikian, Faisal mengingatkan bahwa peningkatan cadangan devisa berpotensi tertahan oleh kenaikan kebutuhan valuta asing (valas) yang bersifat musiman menjelang akhir tahun. Permintaan valas tersebut antara lain dipicu oleh pembayaran impor, kewajiban utang luar negeri, serta kebutuhan korporasi dan pemerintah lainnya.

“Kenaikan demand valas yang biasanya meningkat di akhir tahun dapat membatasi besaran kenaikan cadangan devisa,” jelasnya.

Dengan demikian, meskipun tekanan musiman masih ada, Faisal menilai posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 tetap berada pada level yang kuat dan memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Baca Juga: Ekonomi Awal 2026 Dinilai Stabil, CSIS Ingatkan Risiko Instabilitas Sosial dan Fiskal

Selanjutnya: Harga Nikel Tembus US$ 18.000 per Ton, Mayoritas Harga Saham Emiten Nikel Melesat

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×