kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Cadangan Devisa RI Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 152,1 Miliar pada Desember 2025


Rabu, 07 Januari 2026 / 15:14 WIB
Cadangan Devisa RI Diproyeksi Meningkat Jadi US$ 152,1 Miliar pada Desember 2025
ILUSTRASI. Neraca dagang pada November 2025 surplus (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto) Posisi cadev RI diperkirakan meningkat pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar US$ 150,1 miliar.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia (cadev) diperkirakan meningkat pada Desember 2025 dibandingkan November 2025 yang tercatat sebesar US$ 150,1 miliar. Dengan proyeksi kenaikan hingga US$ 2 miliar, posisi cadangan devisa pada Desember 2025 diperkirakan berpotensi mencapai sekitar US$ 152,1 miliar.

Kepala Departemen Riset Makroekonomi & Pasar Keuangan Permata Bank, Faisal Rachman, menilai penguatan cadangan devisa didorong oleh masuknya aliran dana asing ke pasar keuangan domestik sepanjang Desember 2025.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan RUU Keamanan Laut, Bakamla Akan Jadi Coast Guard?

“Kami melihat cadangan devisa di Desember 2025 akan cenderung meningkat sekitar US$ 1 miliar hingga US$ 2 miliar,” ujar Faisal kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Faisal, inflow terutama berasal dari pasar portofolio, khususnya pasar obligasi dan saham, serta instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Tercatat, aliran dana masuk ke pasar obligasi mencapai US$ 0,39 miliar, pasar saham sebesar US$ 0,73 miliar, serta inflow SRBI sebesar US$ 1,62 miliar. Dengan demikian, total inflow mencapai sekitar US$ 2,74 miliar.

Meski demikian, Faisal mengingatkan bahwa peningkatan cadangan devisa berpotensi tertahan oleh kenaikan kebutuhan valuta asing (valas) yang bersifat musiman menjelang akhir tahun. Permintaan valas tersebut antara lain dipicu oleh pembayaran impor, kewajiban utang luar negeri, serta kebutuhan korporasi dan pemerintah lainnya.

“Kenaikan demand valas yang biasanya meningkat di akhir tahun dapat membatasi besaran kenaikan cadangan devisa,” jelasnya.

Dengan demikian, meskipun tekanan musiman masih ada, Faisal menilai posisi cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 tetap berada pada level yang kuat dan memadai untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Baca Juga: Ekonomi Awal 2026 Dinilai Stabil, CSIS Ingatkan Risiko Instabilitas Sosial dan Fiskal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×