Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stabilitas perekonomian Indonesia pada awal 2026 ditopang sejumlah indikator makro yang masih terjaga. Namun, solidnya data agregat tersebut menyimpan potensi risiko tersembunyi yang dapat berkembang menjadi tekanan terhadap stabilitas ekonomi, sosial, dan politik nasional sepanjang tahun ini.
Isu tersebut mengemuka dalam Media Briefing bertajuk Outlook 2026: Ancaman dan Risiko Instabilitas Ekonomi, Sosial, dan Politik yang digelar Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang digelar secara virtual di Auditorium CSIS, Jakarta.
Baca Juga: UU APBN 2026 Belum Terbit, Belanja Awal Tahun Berisiko Terancam
Dalam forum itu, Peneliti Senior Departemen Ekonomi CSIS, Deni Friawan, memaparkan kondisi ekonomi Indonesia terkini berdasarkan sejumlah indikator makro utama.
“GDP kita walaupun jauh dari target diperkirakan masih akan tumbuh mendekati 5 persen, dan inflasi walaupun di akhir-akhir bulan kemarin meningkat, tetapi masih di bawah batas toleran tiga persen yang ditetapkan oleh Bank Indonesia,” kata Deni dalam Media Briefing tersebut yang dihadiri Kontan, Rabu (7/1/2026).
Dari sisi eksternal, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus meskipun trennya terus menyempit. Stabilitas sektor keuangan juga dinilai relatif terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan yang masih berada di bawah 3% atau dalam batas aman.
Meski demikian, CSIS menilai indikator agregat tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil perekonomian.
Tekanan dari sektor eksternal dinilai masih cukup besar, sementara di dalam negeri terdapat persoalan struktural yang berpotensi memicu instabilitas.
Empat risiko utama yang perlu diwaspadai sepanjang 2026 meliputi meningkatnya ketidakpastian global, persoalan fiskal dan moneter yang laten, risiko sosial akibat PHK dan pengangguran usia muda terdidik, serta volatilitas harga energi dan pangan nasional.
Baca Juga: Tanpa UU hingga DIPA, Ekonom Nilai Pelaksanaan APBN 2026 Bermasalah
Selanjutnya: Strategi Pemerintah Kendalikan Inflasi Pangan Pasca Bencana di Sumatera
Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













