kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.923   14,00   0,08%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Cadangan Devisa Diproyeksi di Kisaran US$ 142 Miliar-US$ 146 Miliar di Akhir 2026


Minggu, 09 Agustus 2026 / 11:22 WIB
Cadangan Devisa Diproyeksi di Kisaran US$ 142 Miliar-US$ 146 Miliar di Akhir 2026
ILUSTRASI. Uang Rupiah (ANTARA/Rosa Panggabean)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan masih akan berada dalam kondisi relatif stabil hingga akhir 2026, meski terdapat sejumlah risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada akhir tahun ini akan berada di kisaran US$ 142 miliar-US$ 146 miliar. Proyeksi terebut lebih rendah dari cadangan devisa pada akhir 2025 sebesar US$ 156,5 miliar.

"Masih stabil US$142 miliar-US$146 miliar (akhir 2026)," ujar David kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Guru Dilibatkan dalam MBG, Makanan Siswa Harus Dilihat, Dicium dan Dicicipi

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 145,6 miliar.

David mengatakan, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa Indonesia ke depan.

Salah satunya adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish.

Selain itu, pertumbuhan kredit domestik yang relatif menguat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Risiko lainnya berasal dari perkembangan neraca perdagangan Indonesia. Tren defisit perdagangan. Sebagaimana diketahui, neraca perdagangan Indonesia berbalik menjadi defisit pada Mei dan Juni 2026, setelah mengalami surplus selama 72 bulan beruntun.

Di sisi lain, prospek rating outlook Indonesia juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi perekonomian dan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×