kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Cadangan Devisa Diproyeksi di Kisaran US$ 142 Miliar-US$ 146 Miliar di Akhir 2026


Minggu, 09 Agustus 2026 / 11:22 WIB
Cadangan Devisa Diproyeksi di Kisaran US$ 142 Miliar-US$ 146 Miliar di Akhir 2026
ILUSTRASI. Uang Rupiah (ANTARA/Rosa Panggabean)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan masih akan berada dalam kondisi relatif stabil hingga akhir 2026, meski terdapat sejumlah risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa.

Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada akhir tahun ini akan berada di kisaran US$ 142 miliar-US$ 146 miliar. Proyeksi terebut lebih rendah dari cadangan devisa pada akhir 2025 sebesar US$ 156,5 miliar.

"Masih stabil US$142 miliar-US$146 miliar (akhir 2026)," ujar David kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Guru Dilibatkan dalam MBG, Makanan Siswa Harus Dilihat, Dicium dan Dicicipi

Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 145,6 miliar.

David mengatakan, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa Indonesia ke depan.

Salah satunya adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish.

Selain itu, pertumbuhan kredit domestik yang relatif menguat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Risiko lainnya berasal dari perkembangan neraca perdagangan Indonesia. Tren defisit perdagangan. Sebagaimana diketahui, neraca perdagangan Indonesia berbalik menjadi defisit pada Mei dan Juni 2026, setelah mengalami surplus selama 72 bulan beruntun.

Di sisi lain, prospek rating outlook Indonesia juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi perekonomian dan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×