Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan masih akan berada dalam kondisi relatif stabil hingga akhir 2026, meski terdapat sejumlah risiko yang dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa.
Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan cadangan devisa Indonesia pada akhir tahun ini akan berada di kisaran US$ 142 miliar-US$ 146 miliar. Proyeksi terebut lebih rendah dari cadangan devisa pada akhir 2025 sebesar US$ 156,5 miliar.
"Masih stabil US$142 miliar-US$146 miliar (akhir 2026)," ujar David kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Guru Dilibatkan dalam MBG, Makanan Siswa Harus Dilihat, Dicium dan Dicicipi
Sebagai informasi, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 tercatat sebesar US$ 145,3 miliar, turun tipis dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang mencapai US$ 145,6 miliar.
David mengatakan, terdapat sejumlah risiko yang perlu diwaspadai karena dapat memberikan tekanan terhadap posisi cadangan devisa Indonesia ke depan.
Salah satunya adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung hawkish.
Selain itu, pertumbuhan kredit domestik yang relatif menguat juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Risiko lainnya berasal dari perkembangan neraca perdagangan Indonesia. Tren defisit perdagangan. Sebagaimana diketahui, neraca perdagangan Indonesia berbalik menjadi defisit pada Mei dan Juni 2026, setelah mengalami surplus selama 72 bulan beruntun.
Di sisi lain, prospek rating outlook Indonesia juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi perekonomian dan kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas eksternal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
