kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Guru Dilibatkan dalam MBG, Makanan Siswa Harus Dilihat, Dicium dan Dicicipi


Minggu, 09 Agustus 2026 / 11:14 WIB
Guru Dilibatkan dalam MBG, Makanan Siswa Harus Dilihat, Dicium dan Dicicipi
ILUSTRASI. Mendikdasmen Abdul Muti (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) meminta guru dan tenaga kependidikan ikut terlibat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Keterlibatan tersebut diarahkan untuk mendukung edukasi pola makan sehat sekaligus memperkuat pengawasan pelaksanaan program di lingkungan sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan keterlibatan guru dalam pelaksanaan MBG tidak dimaksudkan untuk menambah beban tugas tenaga pendidik.

"MBG yang diselenggarakan di sekolah tidaklah dimaksudkan untuk membebani dan menambah tugas bapak, ibu guru sekalian," ujar Mu’ti dalam rapat koordinasi bersama BGN secara daring, dikutip dari keterangan pers, Sabtu (8/8/2026).

Baca Juga: Cadangan Devisa Diperkirakan Masih Tertekan hingga Akhir 2026, Ini Faktor Pemicunya

Menurut Mu’ti, pelaksanaan MBG di satuan pendidikan merupakan bagian integral dari kebijakan penguatan pendidikan karakter. Program tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menanamkan nilai dan karakter kepada peserta didik.

Mu’ti mengaitkan pelaksanaan MBG dengan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mencakup bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Ia menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga penanaman nilai dan pembentukan karakter melalui kebiasaan hidup sehat serta perilaku yang baik.

Oleh karena itu, Mu’ti berharap pelaksanaan MBG dapat berjalan beriringan dengan upaya membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter di lingkungan satuan pendidikan.

Sementara itu, Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan guru dapat dilibatkan dalam pelaksanaan MBG, termasuk mendampingi siswa saat mengonsumsi makanan. 

Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menjadikan MBG sebagai sarana edukasi mengenai gizi sekaligus pembentukan kebiasaan hidup sehat.

Baca Juga: Anak Indonesia Habiskan Waktu 5-7 Jam / Hari Di Depan Layar Hp, Ini Bahayanya

"Tujuannya tadi disampaikan oleh Pak Menteri (Dikdasmen) adalah untuk supaya sebagai ajang edukasi, menjadi tempat untuk mengedukasi siswa tadi. Selain itu juga di situ bapak, ibu guru sebagai perannya kami mohon sebagai organoleptik yang terakhir," kata Sudaryono.

Di tingkat sekolah, BGN juga menyiapkan petugas penanggung jawab atau person in charge (PIC) dari tenaga kependidikan, seperti tenaga administrasi atau tata usaha. 

PIC bertugas menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan melakukan pemeriksaan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Pemeriksaan dilakukan secara organoleptik dengan melihat, mencium, dan mencicipi makanan. Jika makanan dinilai tidak memenuhi standar, makanan tersebut tidak boleh diberikan kepada siswa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×