kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dinamika Cadangan Devisa Bergantung pada Risiko Global dan Rupiah


Minggu, 10 Mei 2026 / 11:14 WIB
Dinamika Cadangan Devisa Bergantung pada Risiko Global dan Rupiah
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-PORT (AFP/HECTOR RETAMAL)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Cadangan devisa Indonesia menjadi US$ 146,2 miliar pada April 2026, turun US$ 2 miliar secara month on month (MoM) dan turun US$ 10 miliar secara year to date (YTD).

Penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan intervensi BI untuk mendukung pelemahan rupiah, pembayaran utang luar negeri, serta tekanan yang didorong oleh kebijakan, termasuk arus keluar pembayaran pajak dan jasa. 

“Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, fluktuasi imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan permintaan yang lebih kuat untuk aset safe-haven, rupiah telah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk kedua di kawasan Asia, setelah terdepresiasi sekitar 4,5% YTD, terbebani oleh defisit anggaran Indonesia yang semakin melebar,” jelas Samuel Sekuritas Indonesia dikutip dari risetnya, Minggu (10/5/2026). 

Baca Juga: Kasus Hantavirus di RI Tembus 23 Orang, Kemenkes Perkuat Skrining

Meskipun terjadi penurunan, kecukupan cadangan devisa Indonesia tetap relatif solid. Posisi cadangan saat ini mencakup sekitar 5,8 bulan impor, atau 5,6 bulan jika memperhitungkan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, masih di atas patokan kecukupan internasional sekitar tiga bulan. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penipisan cadangan devisa menjadi lebih terlihat dalam beberapa bulan terakhir, sebagai bagian dari pengurangan tersebut mencerminkan manajemen kebijakan aktif oleh Bank Indonesia untuk menahan volatilitas mata uang yang berlebihan dan menjaga kepercayaan pasar selama periode ketidakpastian dan arus keluar yang tinggi.

Dari perspektif makroekonomi, tren cadangan devisa juga mencerminkan dinamika eksternal Indonesia yang terus berkembang, termasuk arus keluar portofolio dan keengganan terhadap risiko global. Meskipun negara ini terus mencatat surplus perdagangan, momentum ekspor yang melambat di tengah permintaan global yang lebih lemah dan gangguan geopolitik telah mengurangi laju akumulasi cadangan devisa. 

Lebih lanjut, Indonesia mungkin harus menghadapi tantangan yang timbul dari penyempitan imbal hasil riil di masa mendatang, karena inflasi yang saat ini terkendali mulai meningkat tajam akibat kenaikan harga yang disebabkan oleh harga energi dan El Nino. Namun, untuk saat ini merasa lega dengan penerbitan obligasi global baru-baru ini. Meskipun untuk sementara mengurangi tingkat cadangan karena arus penyelesaian dan pengelolaan kewajiban, tetap menunjukkan akses pasar pemerintah yang berkelanjutan di tengah kondisi global yang bergejolak. 

“Ke depan, dinamika cadangan devisa akan tetap terkait dengan sentimen risiko global dan lintasan rupiah,” terang Samuel Sekuritas. 

Samuel Sekuritas memperkirakan BI akan terus menerapkan kombinasi intervensi spot, operasi forward non-deliverable domestik, dan langkah-langkah stabilisasi moneter untuk menjaga kondisi pasar yang tertib. Namun, kerugian cadangan devisa dapat meningkat, terutama jika The Fed tidak bergerak menuju pelonggaran kebijakan pada tahun 2026 sesuai prediksi konsensus sementara ketegangan geopolitik tetap tinggi. 

“Daya tarik carry positif Indonesia akan bergantung pada masuknya modal asing, yang bergantung pada membaiknya iklim investasi dan pemeliharaan defisit anggaran dalam jangka menengah,” pungkas Samuel Sekuritas.

Baca Juga: Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Asal Pontianak Gantikan Almarhumah Ibu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×