kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.310   2,00   0,01%
  • IDX 7.319   -60,08   -0,81%
  • KOMPAS100 994   -10,06   -1,00%
  • LQ45 708   -7,98   -1,12%
  • ISSI 266   -1,39   -0,52%
  • IDX30 390   -3,73   -0,95%
  • IDXHIDIV20 479   -4,09   -0,85%
  • IDX80 111   -1,07   -0,95%
  • IDXV30 139   -1,25   -0,89%
  • IDXQ30 124   -1,27   -1,01%

Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Distribusi dan Kesejahteraan Petani Jadi Tantangan


Jumat, 24 April 2026 / 08:14 WIB
Cadangan Beras Tembus 5 Juta Ton, Distribusi dan Kesejahteraan Petani Jadi Tantangan
ILUSTRASI. Target penyaluran beras SPHP di Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)


Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lonjakan cadangan beras pemerintah yang menembus 5 juta ton dinilai sebagai capaian penting ketahanan pangan nasional.

Namun, pemerintah diingatkan bahwa keberhasilan produksi harus diiringi pemerataan distribusi, stabilitas harga, dan peningkatan kesejahteraan petani sebagai produsen utama pangan.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengingatkan bahwa keberhasilan produksi harus diikuti dengan keadilan distribusi, stabilitas harga, serta peningkatan kesejahteraan petani sebagai aktor utama dalam rantai pangan nasional.

Baca Juga: Optimis Stok Beras Bakal Tembus 6 Juta Ton, Amran: Tak Ada Alasan Harga di Atas HET

Tamsil menegaskan, peningkatan produksi pangan tidak boleh berhenti pada angka, tetapi harus berdampak langsung hingga ke daerah secara merata.

“Ketika pupuk tersedia, irigasi diperbaiki, dan kebijakan berpihak pada petani daerah, maka produksi meningkat. Tapi tugas kita belum selesai, hasil produksi ini harus terdistribusi secara adil hingga ke seluruh wilayah, tanpa menciptakan disparitas baru,” kata Tamsil dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Ia menilai, capaian cadangan beras yang hampir menyentuh 5 juta ton merupakan hasil kerja kolektif, terutama dari para petani di berbagai daerah. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Cadangan beras yang hampir menyentuh 5 juta ton ini harus dibaca sebagai keberhasilan kolektif, terutama kerja keras petani di daerah. Ini adalah fondasi penting menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: CORE: Cadangan Beras 5 Juta Ton Bisa Percuma Tanpa Distribusi Tepat Sasaran

Tamsil juga menilai arah kebijakan pangan nasional saat ini sudah berada di jalur yang tepat dalam memperkuat ketahanan pangan.

Ia menyebut program swasembada pangan yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak nyata, tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada kesejahteraan petani.

Ia merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan indeks harga yang diterima petani padi naik menjadi 144,52 pada Maret 2026, dari sebelumnya 137,94 pada Maret 2025. Kenaikan ini dinilai sebagai indikator membaiknya nilai ekonomi yang diterima petani.

“Ini indikator kuat bahwa kebijakan pangan tidak hanya fokus pada output produksi, tetapi juga menjaga nilai ekonomi yang diterima petani. Artinya kesejahteraan petani-petani di daerah ikut terdongkrak,” kata Tamsil.

Di sisi lain, Tamsil turut mengapresiasi langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat sektor hulu pertanian, mulai dari ketersediaan pupuk bersubsidi, perbaikan tata kelola distribusi, hingga percepatan rehabilitasi jaringan irigasi di sentra produksi pangan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog telah mencapai 5.000.198 ton atau sekitar 5 juta ton. Data tersebut berdasarkan catatan Bulog per pukul 08.55 WIB.

Baca Juga: Bulog Targetkan Tugas Penyerapan Gabah dan Beras 4 Juta Ton Rampung Juni 2026

“Hari ini kita umumkan beras 5.000.198 ton. Itu berkat kerja keras kita semua,” ujar Amran saat meninjau Gudang Bulog di JDP Karawang 1 Logistic Park, Jawa Barat.

Amran juga menyebut tingginya stok beras membuat Bulog harus menambah kapasitas penyimpanan dengan menyewa gudang swasta hingga sekitar 1 juta ton. Sementara kapasitas gudang Bulog secara nasional hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton beras.

“Kita sudah sewa lagi kurang lebih 1.000.000 ton kapasitasnya,” katanya.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/04/23/22084651/cadangan-beras-capai-5-juta-ton-pimpinan-dpd-soroti-soal-distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×