kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Pemerintah Kantongi Stok Beras 4,7 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah


Selasa, 14 April 2026 / 16:11 WIB
Pemerintah Kantongi Stok Beras 4,7 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
ILUSTRASI. Stok beras nasional (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mencatat stok beras Perum Bulog telah menembus 4,7 juta ton per 13 April 2026, menjadi level tertinggi sepanjang sejarah dan diklaim memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional. 

Di sisi lain, lonjakan ini memunculkan tekanan baru pada kapasitas gudang hingga efektivitas penyerapan produksi dalam negeri.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut capaian tersebut sebagai prestasi luar biasa.

Baca Juga: Bulog Usul Kenaikan DMO Minyak Goreng Jadi 65% untuk Amankan Stok Minyakita

“Stok Bulog 4,7 juta ton. Ini sangat bagus,” kata Amran dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).

Data Bapanas mencatat, stok tersebut melonjak 352,3% dibanding April 2024 yang sebesar 1,04 juta ton. Sementara dibanding April 2025 sebesar 2,68 juta ton, meningkat 75,3%. Pemerintah menegaskan mayoritas stok berasal dari penyerapan produksi domestik.

Hanya saja, lonjakan stok tidak lepas dari keterbatasan infrastruktur. Kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton memaksa penambahan sewa gudang hingga 2 juta ton. Artinya, sekitar 1,7 juta ton beras kini disimpan di gudang sewaan.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa peningkatan produksi belum sepenuhnya diimbangi kesiapan rantai penyimpanan.

Di tingkat petani, pemerintah mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp 6.500 per kilogram sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2026. Kebijakan ini diklaim menjaga harga tetap stabil.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sepanjang 2025 harga gabah tidak pernah turun di bawah HPP. Harga terendah terjadi pada April 2025 sebesar Rp 6.712 per kg. Indeks harga yang diterima petani juga konsisten di atas 140, dengan posisi Maret 2026 di 144,52.

Kendati begitu, tekanan berpotensi muncul jika stok terus meningkat tanpa diimbangi distribusi yang optimal.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut serapan setara beras hingga 13 April telah mencapai 1,9 juta ton atau 48,7% dari target 4 juta ton.

Baca Juga: Sidak di Pasar, Bulog Pastikan Pasokan Minyakita Bakal Ditambah

Capaian ini sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1,7 juta ton. Bulog juga memproyeksikan stok akan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. “Prediksi kami dalam 7 sampai 10 hari ke depan tembus 5 juta ton,” ujarnya.

Dengan stok yang terus meningkat, pemerintah kini menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara serapan, kapasitas penyimpanan, dan stabilitas harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×