CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Butuh tambahan hingga 20.000 perawat untuk menangani lonjakan kasus Covid-19


Selasa, 13 Juli 2021 / 17:12 WIB
Butuh tambahan hingga 20.000 perawat untuk menangani lonjakan kasus Covid-19
ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan menyebutkan butuh tambahan sekitar 16.000 hingga 20.000 tenaga perawat untuk menangani lonjakan kasus Covid-19.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan menyebutkan butuh tambahan sekitar 16.000 hingga 20.000 tenaga perawat untuk menangani lonjakan kasus Covid-19.

"Kita sudah hitung kita butuh sekitar 16.000 - 20.000 perawat di 7 provinsi. Ini kita sudah petakan kira-kira perawat yang sudah lulus uji kompetensi, yang sudah selesai sekolah tapi belum lulus uji kompetensi di tingkat akhir itu ada sekitar 19.000an," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7).

Kemenkes juga telah melakukan komunikasi dengan Kemendikbud Ristek agar mengakselerasi tenaga perawat tersebut untuk segera masuk ke lapangan membantu penanganan pandemi.

"Kalau bisa apa yang mereka lakukan ini dihitung sebagai kredit mereka, karena mereka sudah langsung praktek. Jadi bisa jadi parameter penilaian mereka ketika lulus," imbuhnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 melonjak, pemerintah siapkan tambahan tenaga kesehatan

Selain itu, Budi juga mengungkap adanya kekurangan SDM dari sektor dokter. Kekurangannya sekitar 2.290 - 2.900 dokter. Dari hasil pengamatan Kemenkes didapatkan data ada sekitar 3.900 dokter yang akan selesai program internship.

"Kita akan percepat seluruh proses administrasinya sehingga mereka bisa masuk ke rumah sakit untuk bisa merawat pasien," kata Budi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek) Nizam mengatakan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Kemenkes untuk menyiapkan antisipasi puncak gelombang pandemi.

"Sudah kita petakan potensi tenaga dokter maupun perawat yang dapat dimobilisasi untuk mengatasi berbagai skenario puncak pandemi. Saat ini tinggal menyiapkan teknisnya," jelas Nizam.

Lebih lanjut, Nizam mengatakan, sejak tahun lalu pun pihaknya telah beberapa kali memobilisasi nakes maupun mahasiswa untuk membantu mengatasi pandemi.

"Tadi malam juga sudah rapat dengan teman-teman penyelenggara pendidikan ners. InshaaAllah teman-teman siap mendukung program pemerintah untuk mobilisasi nakes mengatasi pandemi," imbuhnya.

Soal berapa banyak nakes yang akan dimobilisasi, kata Nizam, akan menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan oleh Kemenkes. Saat ini kebutuhan nakes sedang dipetakan per daerah dan rumah sakit.

 

Selanjutnya: Siapkan strategi jika keterisian RS memburuk, Menkes: Yogyakarta dan DKI terberat

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×