kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.900   18,00   0,10%
  • IDX 6.302   -72,16   -1,13%
  • KOMPAS100 824   -11,84   -1,42%
  • LQ45 626   -7,84   -1,24%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,40   -1,24%
  • IDXHIDIV20 426   -3,70   -0,86%
  • IDX80 94   -1,30   -1,36%
  • IDXV30 118   -0,91   -0,77%
  • IDXQ30 111   -1,12   -1,00%

Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8% Mulai September 2026


Kamis, 13 Agustus 2026 / 09:50 WIB
Bunga Pinjaman PNM Mekaar Turun Jadi 8% Mulai September 2026
ILUSTRASI. Pemerintah mengambil langkah meringankan beban pembiayaan pelaku usaha perempuan prasejahtera dengan menurunkan bunga pinjaman Program Mekaar (Dok/PNM)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengambil langkah untuk meringankan beban pembiayaan pelaku usaha perempuan prasejahtera dengan menurunkan bunga pinjaman Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang dikelola PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi sekitar 8 persen.

Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada awal September 2026. Penurunan bunga ini ditujukan bagi jutaan nasabah Mekaar yang selama ini menghadapi biaya pinjaman relatif tinggi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan keputusan tersebut diambil setelah Rapat Komite Pengarah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama perwakilan Kementerian Keuangan dan Danantara di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

“Alhamdulillah, diputuskan bunga pinjaman PNM Mekaar menjadi sekitar delapan persen. Insyaallah mulai berlaku kurang lebih awal September ini,” tutur UMKM dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: El Nino Mulai Tekan Petani, Ancaman Kekeringan dan Gagal Panen Meningkat

Maman menjelaskan, sekitar 14 juta ibu dan perempuan prasejahtera telah menjadi nasabah program Mekaar selama lebih dari satu dekade. Selama ini, mereka menghadapi bunga pinjaman dalam kisaran 18 persen hingga 25 persen.

Menurut Maman, tingkat bunga tersebut masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program Mekaar.

Tingginya biaya pinjaman tersebut antara lain berkaitan dengan model pendampingan intensif yang diterapkan PNM melalui account officer dan account advisor. Selain menyalurkan pembiayaan, PNM memberikan pendampingan, pembinaan, serta pemantauan secara langsung terhadap perkembangan usaha nasabah.

Atas kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar biaya pinjaman bagi perempuan yang menjalankan usaha ultramikro dan supermikro melalui program PNM Mekaar dapat ditekan.

“Perintah dari Pak Presiden, bunga pinjaman Mekaar harus di bawah 10 persen agar tidak membebani ibu-ibu yang masuk dalam golongan prasejahtera,” tegas Maman.

Untuk merealisasikan kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan subsidi sekitar 10 persen. Dengan dukungan subsidi tersebut, bunga pinjaman PNM Mekaar ditargetkan turun menjadi sekitar 8 persen.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Desil 9 dan 10

Kementerian UMKM selanjutnya akan menindaklanjuti keputusan tersebut bersama Danantara dan PNM. Implementasi penurunan bunga pinjaman PNM Mekaar ditargetkan mulai berjalan pada awal September 2026.

Pemerintah juga memastikan pelaksanaan kebijakan tersebut akan terus dikawal agar penurunan bunga benar-benar memberikan manfaat kepada nasabah sasaran.

Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM akan mengawasi implementasi kebijakan penurunan bunga PNM Mekaar sehingga pelaksanaannya dapat berjalan tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat bagi perempuan pemilik usaha ultramikro.

“Pak Presiden memerintahkan eksekusi penurunan bunga PNM Mekaar harus segera dipercepat agar bisa langsung dinikmati nasabah program Mekaar dan mereka tidak lagi dibebani bunga yang tinggi,” kata Maman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×