kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kemenko PM Perluas Sinergi Mendorong Daya Saing Pelaku Usaha Lokal


Minggu, 20 September 2026 / 16:20 WIB
Kemenko PM Perluas Sinergi Mendorong Daya Saing Pelaku Usaha Lokal
ILUSTRASI. Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat, khususnya dengan mendorong pelaku usaha lokal agar mampu memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Kemenko PM mendorong terciptanya ekosistem usaha yang dapat menghubungkan pelaku usaha lokal dengan pasar yang lebih luas. Akses terhadap pasar dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Teranyar, Kemenko PM  bekerja sama dengan bersama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) menggelar RRI Fest pada 19 September 2026 dengan menghadirkan program 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar. Sebanyak 55 pelaku UMKM terkurasi mengikuti bazar, sementara 100 pelaku UMKM mendapatkan penguatan kapasitas.

Baca Juga: Kemenko PM Perkuat Jalur Resmi Kerja Migran Lewat Global Talent Day

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar mengatakan, kolaborasi pemerintah dan media perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk membuka akses pasar bagi usaha lokal.

“Kita ingin panggung yang sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” ujar Menko Muhaimin dalam keterangannya dikutip Minggu (20/9/2026).

Muhaimin menegaskan bahwa bazar perlu menjadi bagian dari rangkaian pemberdayaan yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, produksi, hingga akses pasar. Menurutnya, keberadaan pasar menjadi kunci agar pemberdayaan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Muhaimin juga menilai jaringan RRI yang tersebar di berbagai daerah dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program pemberdayaan hingga ke tingkat lokal.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, kurasi pelaku usaha menjadi bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat. Pelaku usaha yang terpilih mendapatkan pendampingan agar lebih siap memperluas pasar.

Baca Juga: Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Perintis Berdaya Connect

Menurut Leontinus, Kemenko PM juga memperkuat kapasitas pelaku usaha melalui workshop optimalisasi media sosial yang diikuti 100 peserta. Upaya tersebut ditujukan untuk membuka akses pasar secara berkelanjutan dan mendorong pelaku usaha naik kelas.

Sementara itu, Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan, RRI Fest menjadi ruang temu masyarakat sekaligus sarana promosi produk UMKM. Kolaborasi dengan Kemenko PM diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi program karena memiliki sentra industri alas kaki di Ciomas. Melalui sinergi pemerintah dan media, pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan atau bantuan, tetapi berlanjut hingga pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×