kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bulog Usul Ada Beras Untuk ASN, Pengamat: Ini Cara Instan, Tapi Salah Sasaran


Kamis, 07 Mei 2026 / 19:01 WIB
Bulog Usul Ada Beras Untuk ASN, Pengamat: Ini Cara Instan, Tapi Salah Sasaran
ILUSTRASI. Anggota DPR RI sidak gudang Bulog Jakarta (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog mengusulkan agar program beras Natura (bonus non tunai) bagi ASN, TNI/Polri kembali digalakkan. Usulan ini juga dilakukan untuk mempercepat distribusi pasokan beras pemerintah yang mencapai 5,2 juta ton. 

Pengamat Pertanian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai langkah ini merupakan cara instan yang diambil pemerintah agar stok beras di gudang Bulog bisa segera tersalurkan. Namun, ia menyayangkan karena pemerintah seolah hanya mempertimbangkan realisasi angka ketimbang profil penerima manfaat. 

Baca Juga: Purbaya Siapkan Dana Bond Stabilization Fund dan Bakal Libatkan SMV

Menurut Eliza, kelompok masyarakat yang paling mendesak membutuhkan bantuan pangan saat ini bukanlah mereka yang memiliki penghasilan tetap seperti ASN atau TNI/Polri. Sebaliknya, bantuan seharusnya diprioritaskan bagi keluarga menengah ke bawah yang menggantungkan hidup di sektor informal. 

"ASN dan TNI punya gaji tetap serta perlindungan sosial yang jelas. Beda halnya dengan pekerja sektor informasl seperti buruh, kuli angkut, ojol dan pedagang kecil yang tak punya perlindungan sosial memadai," ujar Eliza saat dihubungi Kontan, Kamis (7/5/2026). 

Eliza menekankan kelompok pekerja informal tersebut memiliki pendapatan harian yang tidak menentu. Di tengah fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi, kepastian akses terhadap beras murah menjadi hal yang sangat krusial bagi kelangsungan hidup mereka dibandingkan kelompok yang memiliki gaji bulanan tetap. 

Lebih lanjut, Eliza mengusulkan agar pemerintah mengubah strategi distribusi dengan memperbanyak titik penyaluran beras di lapangan. 

Langkah konkret yang bisa diambil adalah melalui operasi pasar keliling dengan pemetaan lokasi yang akurat, terutama di wilayah-wilayah yang didominasi oleh kalangan menengah bawah. 

Selain perluasan lokasi, skema kemitraan juga menjadi opsi yang relevan untuk meningkatkan daya jangkau. Pemerintah disarankan untuk menggandeng mitra seperti penyedia layanan ojek online untuk memastikan penyaluran beras menjangkau para pengemudi ojol yang juga termasuk dalam kategori pekerja sektor informal rentan. 

Baca Juga: Kurs Riyal ke Rupiah Kamis (7/5), Acuan untuk Jemaah Haji Belanja di Arab Saudi

Terakhir, Eliza memperingatkan risiko ketidakefektifan jika beras natura tetap dipaksakan bagi seluruh ASN, terutama yang berada di level pangkat tinggi dengan daya beli besar. 

"Kalaupun memang ada Natura jangan semuanya di kasih, tetap harus menyasar ASN pangkat bawah. Kalau bantuan di kasih ke ASN yang daya belinya tinggi, nanti akan di kasih ke yang lain karena mereka konsumsinya beras premium," ungkap Eliza. 

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut usulan beras natura ini telah disampaikan kepada pemerintah. 

Menurutnya, realisasi bisa dilakukan setelah pemerintah mengeluarkan restu berupa penugasan resmi. 

"Mudah-mudahan kalau memang dapat restu. Dulu-dulu kita TNI, Polri, maupun ASN itu dapat natura," kata Rizal di Gudang Beras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×