kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.840.000   -44.000   -1,53%
  • USD/IDR 17.174   -32,00   -0,19%
  • IDX 7.594   -39,89   -0,52%
  • KOMPAS100 1.050   -4,57   -0,43%
  • LQ45 756   -3,02   -0,40%
  • ISSI 275   -1,90   -0,69%
  • IDX30 401   -1,97   -0,49%
  • IDXHIDIV20 490   -0,83   -0,17%
  • IDX80 118   -0,43   -0,36%
  • IDXV30 138   -1,24   -0,89%
  • IDXQ30 129   -0,39   -0,30%

Bulog Siap Bangun Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear and Clean


Senin, 20 April 2026 / 16:40 WIB
Bulog Siap Bangun Gudang Baru, 88 Titik Sudah Clear and Clean
ILUSTRASI. Direktur Utama (Dirut) Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapannya dalam membangun infrastruktur pascapanen (IPP), termasuk pembangunan gudang baru. 

Bulog ditugaskan menyiapkan IPP di 100 titik lokasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, Rizal memastikan sebanyak 88 titik lokasi lahan sudah bebas atau clean and clear. 

"Jadi sisa 12 titik lagi nih di 12 Kabupaten/Kota yang belum clear. kan targetnya 100 titik," kata Rizal dijumpai di Kantor Kemenko Pangan, Senin (20/4/2026). 

Rizal memastikan pembangunan infrastruktur pascapanen ini akan disesuaikan dengan tipologi masing-masing wilayah. 

Rizal mencontohkan di wilayah Natuna yang tidak memiliki sawah, maka infratruktur yang akan dibangun hanya gudang. Sementara di wilayah lain seperti Kabupaten Grobongan yang merupakan lumbung padi terbesar akan dibangun infrastruktur pendukung lebih lengkap mulai dari gudang hingga sarana prasarana produksi beras. 

Baca Juga: Bulog Ditugaskan Bangun Infrastruktur Pascapanen, Dapat Anggaran Rp 5 Triliun

"Begitu contoh di Bima, disana kan potensi terbesarnya jagung maka di bangun gudang jahung ditambah dryer sampai mesin pipil," lanjut Rizal. 

Rizal juga menegaskan 88 titik lahan yang sudah bebas ini masih akan diusulkan kepada pemerintah. Menurutnya, Bulog baru akan membangun ketika telah mendapatkan persetujuan teknis dari regulator. 

"Setelah diketok palu dan disetujui pemerintah, baru ketentuannya seperti apa dan lain sebagainya supaya kita engga salah membangun," ungkap Rizal. 

Diketahui, Perum Bulog mendapatkan penugasan baru untuk penyediaan infrastruktur pascapanen (IPP) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. 

Penugasan anyar ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 14 Tahun 2026 tentang Percepatan Pelaksanaan Penyediaan Infrastruktur Pascapanen Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional (IPP). 

"Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan penyediaan IPP," tulis Perpres No 14 Tahun 2026, dikutip Minggu (19/4/2026). 

Baca Juga: Musim Panen, Prabowo Tugaskan Bulog Kebut Pembanguanan Infrastruktur Pascapanen

Dalam mempercepat pelaksanaan IPP, Perum Bulog dapat anggaran maksimal Rp 5 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari dana investasi pemerintah nonpermanen untuk pengadaan cadangan jagung pemerintah pada tahun 2025. 

Pemerintah memastikan bahwa dana investasi ini merupakan bentuk optimalisasi anggaran yang belum digunakan untuk pengadaan jagung pemerintah di tahun lalu. 

Selain itu, dijelaskan bahwa optimalisasi anggaran untuk penyediaan IPP dilakukan secara bertahap. 

Lebih lanjut dijelaskan, penggunaan sebagian dana Investasi Pemerintah nonpermanen untuk pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah tahun 2025 sebagai pendanaan penyediaan IPP tetap diperhitungkan sebagai akumulasi dana investasi Pemerintah nonpermanen dalam perhitungan imbal hasil dana investasi Pemerintah nonpermanen untuk pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah tahun 2025. 

"Penggunaan optimalisasi dana untuk pelaksanaan penyediaan IPP, dilakukan berdasarkan pernyataan kebijakan investasi Pemerintah dan perjanjian investasi antara Perum Bulog dengan Kementerian Keuangan," ungkap Perpres. 

Baca Juga: Panen Raya, Bulog Siapkan Anggaran Rp 68,6 Triliun Untuk Serap Gabah Petani

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×