kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Panen Raya, Bulog Siapkan Anggaran Rp 68,6 Triliun Untuk Serap Gabah Petani


Senin, 13 April 2026 / 17:38 WIB
Panen Raya, Bulog Siapkan Anggaran Rp 68,6 Triliun Untuk Serap Gabah Petani
ILUSTRASI. Stok beras bulog hadapi fenomena Gozilla El Nino (ANTARA FOTO/RAHMAD)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog memastikan kesiapan anggaran untuk menyerap gabah pada musim panen raya ini. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa anggaran yang disiapkan mencapai Rp 68,6 triliun untuk pengadaan gabah, kedelai dan jagung. 

"Untuk anggaran serapan gabah, kedelai dan jagung itu disiapkan Rp 68,6 triliun," kata Rizal dalam Konferensi Pers di kantornya, Senin (13/4/2026). 

Baca Juga: Laju Pertumbuhan Investasi RI Melambat, Terdampak Memanasnya Konflik Geopolitik

Khusus untuk gabah, Rizal mencatat telah menyerap sebanyak 1,9 juta ton setara beras. Jumlah ini mencapai 48,7% dari target yang ditetapkan pemerintah untuk menyerap 4 juta ton beras dan gabah. 

Sementara itu, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai 4,7 juta ton. Jumlah ini diproyeksikan akan terus bertambah mencapai 5 juta ton dalam 10 hari ke depan. 

"Prediksi kami dalam waktu dekat dalam seminggu atau 10 hari ke depan pasokan beras Bulog mencapai 5 juta ton," jelas Rizal. 

Rizal memastikan penyerapan terus dimaksimalkan pada musim panen raya ini. Dirinya juga menegaskan Bulog tetap berkomitmen menyerap dengan semua jenis kualitas beras petani dengan catatan yang telah memasuki masa panen. 

Aturan ini berubah dari ketentuan sebelumnya di mana Bulog diwajibkan menyerap seluruh hasil petani dengan seluruh kualitas tanpa ada catatan usia panen. 

"Karena pengalaman yang lalu masih banyak ada sebagian kecil teman-teman, sebagian kecil yang belum saatnya dipanen harus dipanen. Mungkin petaninya lihat tetangganya sudah panen, dapat uang mungkin sebelahnya buru-buru mau panen padahal belum usia panen," jelas Rizal. 

Baca Juga: Ketidakpastian Global Bikin Investor Lebih Hati-Hati Masuk ke Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×