kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bukopin ada tagihan Rp 30 M di Koperasi Cipaganti


Rabu, 02 Juli 2014 / 19:05 WIB
ILUSTRASI. Pemegang polis AJB Bumiputera tolak direksi dan badan perwakilan anggota (BPA) Bumiputera.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Bukopin Bandung turut terseret kasus gagal bayar Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada yang sekarang sedang dalan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Bank Bukopin memiliki tagihan senilai Rp 30 miliar dari Koperasi Cipaganti.

Pengurus PKPU Kristandar Dinata mengatakan Bank Bukopin merupakan kreditur separatis Koperasi Cipaganti. Bank Bukopin memegang jaminan berupa kendaraan milik Cipaganti Group. "Saya duga utang Koperasi Cipaganti ke Bank Bukopin itu dalam bentuk leasing. Atau seperti kita kredit motor," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Kuasa Hukum Koperasi Cipaganti Roy Emron. Ia bilang, nilai tagihan Bank Bukopin ke Koperasi Cipaganti Rp 30 miliar lebih. Utang tersebut sudah jatuh tempo sekitar dua atau tiga bulan lalu. Adapun mobil milik Cipaganti Group digunakan sebagai jaminannya.

Roy mengungkapkan, sebenarnya Bank Bukopin bisa mengeksekusi jaminan tersebut. Tapi Bank Bukopin lebih memilih ikut PKPU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×