kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bukan China, Ini Negara yang Sumbang Surplus Neraca Dagang Terbesar Indonesia di 2024


Rabu, 15 Januari 2025 / 12:57 WIB
Bukan China, Ini Negara yang Sumbang Surplus Neraca Dagang Terbesar Indonesia di 2024
ILUSTRASI. Surplus neraca dagang terbesar Indonesia berasal dari Amerika Serikat (AS) dengan nilaiya mencapai US$ 16.842,1 juta


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2024 mencapai US$ 31,04 miliar. Surplus ini tercatat turun US$ 5,84 miliar dari 2023.

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, komoditas penyumbang surplus terbesar adalah berasal dari Amerika Serikat (AS) yang mencapai US$ 16.842,1 juta, dengan nilai ekspor mencapai US$ 28.311,7 juta, dan impor US$ 9.469,6 juta.

Penyumbang surplus terbesar dari AS adalah mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorisnya atau rajutan (HS 61), dan alas kaki (HS 64).

Kemudian, dari India surplusnya mencapai US$ 16.387,4 juta, dengan ekspor mencapai US$ 20.324,1 juta, dan impor mencapai US$ 4.938,7 juta.

“Dengan India surplus terbesar disumbang oleh bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), dan besi serta baja (HS 72),” tutur Amalia dalam konferensi pers, Rabu (15/1).

Baca Juga: Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Tahun 2024 Mencapai US$ 31,04 Miliar

Sementara itu, dengan Filipina mengalami surplus US$ 8.849,6 juta, dengan ekspor sebesar US$ 10.635 juta, dan impor sebesar US$ 1.785,5 juta.

Komoditas penyumbang surplus dari Filipina yakni bahan bakar mineral (HS 27), kendaraan dan bagiannya (HS 87) dan berbagai makanan olahan (HS 21).

Adapun Amalia membeberkan negara dengan penyumbang defisit neraca perdagangan sepanjang 2024 adalah dari China, Australia, dan Thailand.

Adapun defisit dengan China mencapai US$ 11.406,70 juta, dengan komoditas penyumbang defisit adalah mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), kendaraan dan bagiannya (HS 87).

Kemudian, dengan Australia defisitnya mencapai US$ 4.783,60 juta, dengan komoditas penyumbang adalah bahan bakar mineral (HS 27), logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), bijih logam, terak, dan abu (HS 26).

Terakhir, defisit dengan Thailand mencapai US$ 3.844,80 juta. Komoditas penyumbang defisit terdalam adalah plastik dan barang dari plastik (HS 39), mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84), kendaraan dan bagiannya (HS 84).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×