kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Buka Kemitraan dengan Negara Lain, Prabowo: Pemimpin Indonesia Tidak Bodoh dan Naif


Kamis, 16 Juli 2026 / 15:54 WIB
Buka Kemitraan dengan Negara Lain, Prabowo: Pemimpin Indonesia Tidak Bodoh dan Naif
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (TV Parlemen/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan terus membuka diri terhadap seluruh negara yang ingin berinvestasi maupun menjalin kerja sama ekonomi. 

Namun, ia mengingatkan bahwa Indonesia kini berada pada posisi yang lebih kuat dalam menentukan arah kemitraan dengan negara lain.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan secara virtual dalam groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela, Kamis (16/7/2026).

“Kita bersahabat dengan semua negara. Dalam kondisi ini, kita terbuka kepada semua mitra, semua negara yang mau masuk ke Indonesia, mau bermitra dengan Indonesia, mau bekerja dengan saling menguntungkan. Ini sikap kita,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Minta Putra Daerah dan Pengusaha Lokal Dilibatkan dalam Proyek LNG Masela

Meski demikian, Kepala Negara menegaskan seluruh pihak juga harus memahami bahwa Indonesia kini bukan lagi negara yang dapat dipandang sebelah mata dalam menjalin kerja sama.

“Tapi semua pihak juga harus mengerti bahwa Indonesia sekarang sudah dewasa. Pemimpin-pemimpin Indonesia bukan pemimpin yang bodoh, bukan pemimpin yang naif, bukan pemimpin yang penakut,” tegasnya.

Prabowo mengatakan masih ada pihak yang memandang rendah kemampuan bangsa Indonesia. Menurutnya, keramahtamahan masyarakat Indonesia kerap disalahartikan sebagai kelemahan.

“Memang ada pihak-pihak yang selalu memandang rendah bangsa Indonesia, yang selalu menganggap remeh bangsa Indonesia, yang selalu mengejek bangsa Indonesia di belakang punggung kita,” katanya.

Ia juga menepis anggapan bahwa masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang malas. Menurut Prabowo, masyarakat bekerja keras setiap hari, mulai dari petani, nelayan hingga masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil hutan dan laut.

Baca Juga: PPATK Siap Bantu Telusuri Dugaan TPPU dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

“Mereka yang berlayar di laut, mencari makan, mencari ikan, itu mempertaruhkan nyawa. Di mana-mana rakyat kita bekerja keras,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan Indonesia tetap memilih menjalin hubungan baik dengan seluruh negara. Pemerintah, kata dia, terbuka terhadap kerja sama yang memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Kita hormati semua negara di dunia… kita terbuka kepada semua negara yang mau bermitra dengan Indonesia, mau bekerja dengan saling menguntungkan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×