Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kinerja impor pada Februari 2026 mencapai US$ 20,89 miliar, atau naik 10,55% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ US$ 18,85 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono membeberkan, kinerja impor tersebut utamanya didorong oleh impor non minyak dan gas (migas). Impor non migas mencapai US$ 18,90 miliar atau naik 18,24% yoy, dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 15,98 miliar.
Sedangkan impor migas tercatat sebesar US$ 2 miliar, atau turun 30,36% yoy, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 2,87 miliar.
Baca Juga: BPS: Ekspor Indonesia Bulan Februari 2026 Naik 1,01% Menjadi US$ 22,17 Miliar
“Impor migas mencapai US$ 2 miliar atau turun sebesar 30,36% yoy.” Tutur Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026).
Ateng menyebut, peningkatan impor non migas yang cukup tinggi tersebut memiliki andil sebesar 15,47% terhadap total impor.
Adapun secara keseluruhan, kinerja impor sepanjang Januari hingga Februari 2026 mencapai US$ 42,09 miliar, atau meningkat 14,44% yoy bila dibandingkan periode sama tahun lalu.
Total impor tersebut meningkat utamanya disumbang oleh impor bahan baku penolong yang mencapai US$ 29,40 miliar atau naik 6,78% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













