Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebaran inflasi tahunan pada Juni 2026 menunjukkan disparitas antarwilayah, dengan inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan dan terendah di Sulawesi Barat.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan inflasi tertinggi secara tahunan tercatat di Papua Pegunungan sebesar 7,84%, sementara inflasi terendah terjadi di Sulawesi Barat sebesar 2,29%.
"Sebaran inflasi tahunan menurut wilayah, tertinggi di Papua Pegunungan sebesar 7,84% dan terendah di Sulawesi Barat sebesar 2,29%," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Inflasi Inti Juni Naik Jadi 2,76% YoY dan 0,23% MtM, Ini Pemicunya
BPS merinci sebaran inflasi di sejumlah wilayah Indonesia. Di wilayah Sumatera, inflasi tertinggi terjadi di Aceh sebesar 5,84%, sedangkan terendah di Lampung sebesar 2,46%.
Di Pulau Jawa, inflasi tertinggi tercatat di Jawa Timur sebesar 3,36%, sementara yang terendah berada di DKI Jakarta sebesar 2,78%.
Untuk wilayah Kalimantan, inflasi tertinggi berada di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah yang masing-masing sebesar 4,47%, sedangkan terendah di Kalimantan Timur sebesar 3,20%.
Di wilayah Sulawesi, inflasi tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 4,77% dan terendah di Sulawesi Barat sebesar 2,29%.
Sementara itu, di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, inflasi tertinggi tercatat di Nusa Tenggara Timur, sedangkan terendah di Bali dengan inflasi sebesar 3,27%.
Adapun di wilayah Maluku dan Papua, inflasi tertinggi terjadi di Papua Pegunungan sebesar 7,84%, sementara terendah di Papua Selatan sebesar 2,95%.
Ateng menambahkan, secara umum pada Juni 2026 terjadi inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,44% dan inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,34%.
Dari sisi pendorong inflasi bulanan, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,28%, terutama berasal dari kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, serta pelumas atau oli mesin.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil 0,06% dengan komoditas utama bawang merah, bawang putih, dan beras.
Baca Juga: Catat! Pedagang yang Berjualan di Lebih dari 1 Marketplace Tak Dikenakan Pajak Ganda
Secara tahunan, inflasi Juni 2026 terutama didorong oleh tiga kelompok pengeluaran. Pertama, kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,36%, terutama dari ikan segar, beras, minyak goreng, dan cabai merah.
Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,69%, yang terutama disumbang oleh kenaikan harga emas perhiasan.
Ketiga, kelompok transportasi dengan andil 0,55%, yang dipicu oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, mobil, sepeda motor, serta pelumas atau oli mesin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













