CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Inflasi Inti Juni Naik Jadi 2,76% YoY dan 0,23% MtM, Ini Pemicunya


Rabu, 01 Juli 2026 / 13:55 WIB
Inflasi Inti Juni Naik Jadi 2,76% YoY dan 0,23% MtM, Ini Pemicunya
ILUSTRASI. Inflasi Jateng pada April 2026 (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi inti atau core inflation pada Juni 2026 meningkat secara tahunan maupun bulanan dibandingkan inflasi inti bulan Mei sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan inflasi komponen inti secara tahunan pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,76% dengan andil inflasi sebesar 1,77% terhadap inflasi tahunan yang sebesar 3,34%. 

Sebagai perbandingan inflasi inti tahunan pada Juni lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 2,59% secara year on year (yoy). "Komponen inti mengalami inflasi year on year sebesar 2,76% dan memberikan andil inflasi terbesar sebesar 1,77%," ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Catat! Pedagang yang Berjualan di Lebih dari 1 Marketplace Tak Dikenakan Pajak Ganda

Menurut Ateng, sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, serta biaya pendidikan tinggi atau perguruan tinggi.

Selain month to month (mtm), inflasi inti pada Juni tercatat sebesar 0,23% dengan andil 0,15% terhadap inflasi bulanan 0,44% pada Juni 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi inti Mei yang sebesar 0,22%.

Ateng menjelaskan, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi inti bulanan terutama pelumas atau oli mesin, telepon seluler, dan minyak goreng.

"Pada komponen inti secara bulanan, inflasi sebesar 0,23% dengan andil 0,15%, terutama didorong oleh pelumas atau oli mesin, telepon seluler, dan minyak goreng," jelasnya.

BPS mencatat, pergerakan komponen inti tersebut mencerminkan tekanan harga yang masih cukup kuat dari sisi nonvolatile food dan harga yang diatur pasar, terutama pada kelompok jasa pendidikan, energi, serta kebutuhan rumah tangga.

Sebagai informasi, inflasi inti adalah komponen inflasi ini pergerakannya cenderung stabil atau persisten dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental seperti interaksi permintaan-penawaran, ekspektasi inflasi, nilai tukar, serta biaya produksi.

Baca Juga: Tokopedia Hingga Shopee Jalani Uji Coba Sebelum Pungut Pajak Pedagang Online

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×