kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

BPS: Ekspor RI pada April 2011 capai US$ 16,52 miliar


Rabu, 01 Juni 2011 / 12:44 WIB
BPS: Ekspor RI pada April 2011 capai US$ 16,52 miliar
ILUSTRASI. Simak promo Yogya Supermarket periode 21 Agustus – 3 September 2020 yang masih berlaku. Pramuniaga melayani pembeli di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). Pemerintah Kota Bogor akan mulai menerapkan pelarangan mengg


Reporter: Irma Yani, Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan, nilai ekspor RI pada 2011 mencapai US$ 16,52 miliar. Realisasi tersebut tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,96% dibandingkan ekspor Maret 2011 yang sebesar US$ 16,36 miliar.

"Sementara bila dibandingkan ekspor di April 2010 yang sebesar US$ 12,04 miliar, eskpor RI mengalami peningkatan sebesar 37,28%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Djamal, Rabu (1/6).

Peningkatan ekspor pada April 2011 karena meningkatnya ekspor migas sebesar 17,31% yaitu dari US$ 3.061,9 juta menjadi US$ 3.592 juta. Salah satu kontribusi kenaikkan ekspor migas karena naiknya ekspor minyak sebanyak 5,21% menjadi US$ 523,9 juta dan ekspor gas yang meningkat 44,26% menjadi US$ 2.027 juta.

Ekspor non migas turun 2,82%

Untuk ekspor non migas di April 2011, tercatat mencapai US$ 12,93 miliar atau turun 2,82% dibandingkan Maret 2011. Sedangkan dibanding ekspor non migas pada April 2010 tercatat meningkat 31,52%.

"Secara kumulatif nilai ekspor RI Januari-April 2011 mencapai US$ 61,91 miliar atau naik 30,14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara non migas mencapai US$ 50,03 miliar atau meningkat 29,34%," jelasnya.

Ia memaparkan, penurunan ekspor non migas terbesar April 2011 terjadi pada biji, kerak, dan abu logam sebesar US$ 412,1 juta. "Sementara peningkatannya terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 982,2 juta," katanya.

Menurut sektor industri, ekspor hasil industri periode Januari- April 2011 tercatat naik 34,94% dibandingkan periode yang sama pada 2010. "Kalau ekspor hasil pertanian naik 24,13%, serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 11,62%," tandasnya.

Untuk ekspor non migas, BPS mencatatkan ekspor terbesar ke China mencapai US$ 1,57 miliar. Disusul Jepang sebesar US$ 1,46 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 1,31 miliar. "Dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,56%," katanya. Sementara untuk ekspor ke Uni Eropa (27 Negara), lanjutnya, mencapai sebesar US$ 1,69 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×