kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BPS: Jika ekonomi mau stabil, inflasi harus dibawah 5%


Selasa, 31 Mei 2011 / 14:17 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi LinkAja


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, target inflasi 2012 sebesar 3,5%-5,5% cukup ideal. Dia menilai target inflasi pemerintah itu bukan hal yang mustahil dan muluk-muluk.

Rusman yakin target tersebut bisa tercapai asal tercipta keseimbangan antara permintaan dan kebutuhan. Menurutnya, pemerintah harus bisa menekan inflasi dibawah 5%.

Sebab, Rusman bilang besaran inflasi 5% tersebut merupakan kondisi ideal bagi perekonomian nasional. "Dalam jangka panjang, inflasi harus dapat berada dibawah 5% kalau dunia ekonomi kita mau stabil," katanya, Selasa (31/5).

Dia mencontohkan inflasi di Jepang yang rendah. Menurutnya, kunci inflasi di Jepang adalah keseimbangan antara permintaan dan kebutuhan. "Selama kebutuhan masyarakat dapat terjamin, hampir dipastikan tekanan inflasi dan gejolak harga tidak akan terlalu tinggi," katanya.

Sekadar informasi, pemerintah sendiri menargetkan tekanan inflasi untuk jangka panjang akan berada dibawah level 5%. Target tersebut tercantum dalam kerangka percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga 2025 mendatang, dengan pertumbuhan ekonomi riil sebesar 6,4%–7,5% pada periode 2011–2014, dan sekitar 8,0%–9,0% pada periode 2015 – 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×