kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BPS: Dampak Aktivitas Kampanye ke Inflasi Akan Terlihat Saat Produsen Mengerek Harga


Rabu, 03 Januari 2024 / 10:45 WIB
BPS: Dampak Aktivitas Kampanye ke Inflasi Akan Terlihat Saat Produsen Mengerek Harga
ILUSTRASI. Biasanya, aktivitas kampanye akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa yang kemudian akan menyundut inflasi.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyambut pemilihan umum (Pemilu) 2024, aktivitas kampanye sudah berlangsung sejak akhir tahun 2023. Biasanya, aktivitas kampanye akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa yang kemudian akan menyundut inflasi. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Amalia Adininggar mengungkapkan, seberapa besar dampak dari kampanye terhadap pergerakan inflasi akan sangat bergantung dari keputusan para pelaku usaha dalam menetapkan harga. 

“Dampaknya akan terlihat bila pelaku usaha menaikkan harga, sebagai respons dari kenaikan permintaan atau ada permintaan mendadak dari sisi pasar,” terang Amalia dalam konferensi pers, Selasa (2/1). 

Saat ditanya mengenai perhitungan BPS sudah menemukan pola peningkatan inflasi tersebut, Amalia bilang data mungkin terlihat pada bulan Januari 2024 atau pada Februari 2024. 

Baca Juga: Inflasi 2023 Kembali ke Kisaran Sasaran, BI: Hasil Konsistensi Kebijakan dan Sinergi

“Penyesuaian harga, tunggu di Januari 2024 atau di Februari 2024 ini akan terjadi perubahan harga produk yang diterima oleh konsumen atau tidak,” tambahnya. 

Dia juga mengingatkan, meski memang permintaan akan meningkat, tidak serta-merta ini akan dicatat dalam penghitungan inflasi oleh BPS. 

Mengingat, inflasi yang dihitung oleh BPS adalah Indeks Harga Konsumen (IHK), alias kenaikan harga yang diterima oleh konsumen, bukan kenaikan dari sisi suplai. 

Sehingga fenomena apapun yang kemudian mengungkit permintaan dan harga di tingkat produsen, dampaknya baru akan terlihat bila peningkatan harga tersebut kemudian diteruskan dan dialami di level konsumen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×