kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

BNPB akan fokus melakukan penanggulangan bencana di kawasan wisata


Senin, 30 Desember 2019 / 16:35 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan paparan saat pembekalan kebencanaan bagi media massa di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/2/2019). Dalam pembekalan tersebut BNPB mengatakan peran media massa sangat penting d


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna mendorong industri pariwisata, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan akan memberikan perhatian lebih pada daerah kawasan wisata.

Hal itu guna mendukung rencana Presiden Joko Widodo untuk mendorong sektor pariwisata. Guna meningkatkan penanggulangan bencana, kualitas Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun akan ditingkatkan.

Baca Juga: Waspadai curah hujan tinggi selama libur tahun baru, ini imbauan BMKG

"BPBD yang merupakan destinasi wisata prioritas akan dilengkapi sehingga menjadi berstandar internasional," ujar Kepala BNPB Doni Monardo, Senin (30/12).

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menetapkan lima destinasi wisata prioritas. Yakni Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang.

Kondisi bencana diungkapkan Doni tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pemerintah membentuk klaster yang mengelompokkan potensi bencana di tiap klaster.

Baca Juga: BMKG prediksi tak ada kemarau panjang pada 2020

"Potensi bencana besar banjir, longsor, Karhutla, puting beliung kemudian gempa tidak diprediksi tetapi kita harus mengantisipasi," terang Doni.

Asal tahu saja, sebelumnya Kementerian Keuangan menganggarkan dana siap pakai untuk BNPB tahun 2020 sekitar Rp 4 triliun. Namun, bila pada tahun 2020 mengalami kekurangan, anggaran tersebut dapat ditambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×