kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.732   9,00   0,05%
  • IDX 6.451   -50,68   -0,78%
  • KOMPAS100 840   -7,96   -0,94%
  • LQ45 637   -5,33   -0,83%
  • ISSI 227   -1,34   -0,59%
  • IDX30 356   -2,64   -0,73%
  • IDXHIDIV20 434   -2,84   -0,65%
  • IDX80 96   -0,88   -0,91%
  • IDXV30 120   -1,00   -0,83%
  • IDXQ30 113   -0,66   -0,58%

BNBP Catat Gempa di NTT Sudah Capai 7.259 Kali Sejak 15 Agustus 2026


Rabu, 26 Agustus 2026 / 13:40 WIB
BNBP Catat Gempa di NTT Sudah Capai 7.259 Kali Sejak 15 Agustus 2026
ILUSTRASI. Warga Nagekeo masih mengungsi sepekan pascagempa (ANTARA FOTO/Johanes Viandinando)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat aktivitas gempa di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mencapai 7.259 kali sejak gempa pertama terjadi pada 15 Agustus 2026.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, data tersebut merupakan catatan hingga Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Adapun aktivitas gempa masih terjadi hingga hari ke-12 penanganan tanggap darurat.

“Untuk gempanya 7.259 kali, Bapak Presiden. Kemarin sampai jam 5 sore itu masih terjadi gempanya 7.259 kali,” kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan bencana kepada Presiden Prabowo Subianto, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: KLH Periksa Tujuh Perusahaan Terindikasi Karhutla di Kalimantan dan Riau

Menurut Suharyanto, dari ribuan aktivitas gempa tersebut, sebanyak 143 gempa susulan tercatat dirasakan oleh masyarakat. Sementara pada hari sebelumnya hanya terdapat satu gempa yang dirasakan.

Meski aktivitas gempa masih berlangsung, Suharyanto memastikan tidak terdapat lagi gempa dengan kekuatan lebih besar dari magnitudo (M) 7,7. 

“Gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa,” ujarnya.

Aktivitas gempa tersebut berdampak terhadap tujuh kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka.

Suharyanto mengatakan tingginya jumlah pengungsi tidak seluruhnya disebabkan oleh kerusakan akibat gempa. Sebagian masyarakat memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan yang masih terjadi.

Selain itu, BNPB juga menghadapi penyebaran informasi di media sosial mengenai potensi gempa susulan yang lebih besar hingga isu tsunami. Pemerintah pun terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menangkal informasi yang tidak benar tersebut.

Baca Juga: Korban Meninggal Gempa NTT Capai 105 Jiwa, 1.678 Orang Luka-luka

“Jumlah pengungsi yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, mereka ketakutan dan juga ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, bahkan ada tsunami,” jelas Suharyanto.

Sementara itu, BNPB mencatat sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum terdampak akibat bencana tersebut. Rumah rusak sementara tercatat sebanyak 81.436 unit, sedangkan fasilitas umum yang terdampak mencapai 1.951 unit.

Adapun wilayah dengan dampak paling parah berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Nagekeo menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terbesar ketiga.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan dengan baik. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kunjungan Prabowo menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak gempa terpenuhi di lapangan 

"Presiden akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik,” ujar Prasetyo dalam keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026). 

Baca Juga: BNPB Pastikan Logistik Korban Gempa Flores Mencukupi, 2.032 Ton Sudah Masuk

Prasetyo menyebut, sejak awal Presiden Prabowo telah memerintahkan agar penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, dan merata di seluruh wilayah terdampak di Pulau Flores, NTT. 

Sebagai bagian dari penanganan tersebut, melalui Sekretariat Presiden telah disalurkan bantuan logistik dan perlengkapan sejak 15 hingga 24 Agustus 2026. 

Bantuan yang telah disalurkan antara lain sebanyak 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral. Pemerintah juga mengirimkan obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×